TEKNOLOGI BARAT DAN
MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
Diajukan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Dosen Pengampu : Handri Wijaya M. Pd,

Kelompok
2 (PAI 2D)
Disusun
Oleh :
1.
Aam
Siti Aminah : 0101.1701.084
2.
Aep
Jallaludin : 0101.1701.085
3.
Hasanudin : 0101.1701.094
4.
M.
Ilham Ruchiyat : 0101.1701.102
5.
Raden
Ayu kusuma W : 0101.1701.104
6.
Wina
Nurwahyuni : 0101.1701.116
Prodi
: Pendidikan Agama Islam (PAI)
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
DR.
KHEZ. MUTTAQIEN
PURWAKARTA
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena rahmat, karunia, serta taufik
dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Teknologi Barat dan
Masalah Lingkungan” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan
juga kami berterimakasih kepada bapa Handri Wijaya M.Pd, selaku dosen mata
kuliah Ilmu Alamiah Dasar STAI DR. KHEZ
MUTTAQIEN yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami
sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan tentang materi ini. Kami juga menyadari sepenuhnya, bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kami berharap ada kritik saran demi perbaikan makalah yang
telah kami buat dimasa yang akan datang.
Semoga
makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membaca. Sekiranya
laporan ini yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan terdapat penulisan yang salah, kami mohon
kritik dan saran yang membangun demi perbaikan
makalah dimasa yang akan datang.
Purwakarta,
18 April 2018
Penyusun,
BAB I
PENDAHULUAN
Teknologi barat kini sudah merambak di indonesia. Dan
teknologi itu juga telah maju dan memberi banyak manfaat kepada masyarakat.
Teknologi barat mempunyai banyak nilai positif bagi kita kaum cendikiawan.
Namun juga terdapat dampak negatif dari teknologi itu, dikarenakan kita salah
menggunakan manfaatnya. Dan permasalahan yang dihadapi saat ini tidak hanya
permasalahan perkembangan teknologi yang tidak ada batasnya, namum juga teknologi
berimbas pada permasalahan lingkungan. saat ini kemajuan perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi telah berjalan dengan sangat pesat. Berbagai kemudahan
memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia dalam hitungan detik, yang
pada “zaman batu” dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin yang kini telah
menjadi kenyataan.
1.
Bagaimana kita
mengetahui perkembangan teknologi barat yang ada saat ini?
2.
Apa saja dampak
yang ditimbulkan dari teknologi barat?
3.
Bagaimana kita
menanggulangi kerusakan pada lingkungan hidup saat ini?
1.
untuk
mengetahui perkembangan teknologi barat.
2.
untuk
mengetahui dampak yang ditimbulkan dari adanya teknologi barat.
3.
untuk
mengetahui cara-cara penanggulangan kerusakan yang ditimbulkan dari teknologi
barat.
DAFTAR ISI
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dan sejarah Teknologi
Teknologi berasal dari kata Yunani, techno yang artinya keterampilan atau seni.
Dan kata inilah diturunkan kata teknik dan teknologi. Tekni artinya cara atau
metode untuk memperoleh keterampilan dalam bidang tertentu, sedangkan teknologi
mempunyai banyak arti, antara lain (penerapan ilmu untuk petunjuk praktis).
Cabang ilmu tentang penerapan tersebut dalam praktek dan industri.
Adapun secara lengkap teknlogi adalah pemanfaatan ilmu
untuk pemecahan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai
dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada. Beberapa ciri teknologi
adalah : teknologi tidak bergerak dalam suatu bidang saja. Teknologi merupakan
landasan dasar bagi perkembangan industri modern, dan juga sebagai mata tombak
kekuatan ekonomi. (Lely Risnawaty, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Budaya
Dasar, Ilmu Sosial Dasar (Medan: Citapustaka Media Perintis, 2010),
hlm. 74.)
Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak
zaman Romawi Kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah
nampak berorientasi ke
bidang teknologi. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh
Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi
Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology:
A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).
Sesungguhnya tak ada seorang pun manusia yang dapat
melepaskan diri dari pengaruh teknologi. Setiap saat kita semua bermesraan
dengan teknologi. Pakaian yang kita kenakan adalah hasil iptek yang mencengangkan:
makanan dan air yang kita konsumsi semua melalui proses iptek yang luar biasa
runtut; kendaraan yang kita naiki, tanpa kecuali adalah sosok iptek; tak
ketinggalan kertas, buku dan pulpen yang kita pakai adalah juga buah iptek.
lptek ada di mana-mana. Ada di tiap kurun waktu dan hadir di semua lokasi dan
ruang.
Teknologi telah dimiliki manusia sejak 1,7 juta tahun
yang lalu untuk membantu mereka dalam berburu dan mengumpulkan makanan.
Teknologi telah dikembangkan oleh manusia CroMagnon puluhan ribu tahun Ialu
ketika mereka mulai memanfaatkan api dan berbagai peralatan tersebut dari batu.
Teknologi juga telah dikembangkan oleh manusia di lembah Tigris, Euphrat dan
Nil dalam bentuk pemanfaatan logam sekitar 6.000 tahun yang Ialu. Dengan kata
lain, iptek telah ada sejak dulu dan bisa ditemui di desa maupun di kota. Ada
di negara kontinental dan ada pula di negara kepulauan.
B. Iptek Islam dan Barat
Islam tidak pernah mengasingkan sains. Sains menurut
Encarta Encyclopedia ialah, “Systematized knowledge in any field, but applied
usually to the organization of objectively verifiable sense experience.”
Maksudnya, “Sains dalam skop yang luas bermaksud ilmu-ilmu yang diperoleh
secara sistematik berdasarkan pengalaman deria yang dapat dibuktikan secara
objektif.” Di antara tokoh Islam dalam sains
kedokteran adalah Al-Razi dan Ibnu Sina, yang teori-teorinya banyak digunakan
para ilmuan barat abad 19 hingga sekarang. Sebagai umat muslim kita wajib
hukumnya untuk mencari ilmu pengetahuan baik itu agama maupun umum.
Islam memberi kebebasan kepada para saintis untuk
mengkaji, sabda Nabi, “Kamu lebih tahu tentang urusan
duniamu”, namun ia menyadari keterbatasan intelek yang dimiliki
manusia. Justeru, sains Islam menjadikan wahyu sebagai sumber rujukan yang
tertinggi. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surah al-Jathiyah ayat 20,
“Al-Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
meyakini.” Sains dalam Islam ialah sains yang berkonsepkan tauhid. Sains dalam
Islam tunduk kepada prinsip-prinsip yang ditetapkan Allah melalui rasulnya.
Sains dalam Islam tunduk kepada al-Quran.
Dalam Islam, sains mempunyai tujuan. Tujuan jangka
pendek ialah mengenali hakikat kejadian alam serta manusia dan memanfaatkan
ilmu itu untuk kebaikan semua. Sebagai contoh, melalui sains kita mengetahui
bahwa seks kromosom lelaki menentukan kelamin seseorang bayi, kejadian bayi
bermula dengan bertemunya sperma lelaki dan ovum wanita. Namun akhirnya yang
menjadi keutamaan ialah tujuan jangka panjang yaitu mengagungkan dan membesarkan
Allah. Hal ini tergambar dalam surah al-Mukminun ayat 14 yang bermaksud,
“Kemudian Kami menjadikan benih nuthfah itu alaqah. Kemudian daripada alaqah
Kami jadikan mudghah. Kemudian daripada mudghah Kami jadikan tulang dan Kami
tutup tulang itu dengan daging. Kemudian Kami jadikannya makhluk berbentuk
lain. Maha suci Allah, sebaik-baik Pencipta.” Perhatikanlah ayat ini dengan
baik. Setelah Allah menceritakan fase-fase kejadian bayi (yang dapat disahkan
oleh sains), Allah mengakhiri ayat itu dengan ungkapan, “Maha suci Allah,
sebaik-baik Pencipta.”
Di barat konsep yang merujukkan sains kepada Tuhan,
wahyu dan kuasa ghaib dikenali sebagai creationism. Kadang kala ia dikenali
juga sebagai intelligent design. Konsep-konsep ini ditolak oleh ramai saintis
di barat. Sebagai contoh, para saintis daripada Akademi Sains Kebangsaan di
Amerika (The U.S. National Academy of Sciences) menegaskan bahawa “kenyataan
yang menetapkan bahwa asal usul kehidupan ini ada perkaitan dengan kuasa ghaib
(supernatural intervention) tidak boleh dikatakan sebagai sains.” Hal ini
dinyatakan dalam Science and Creationism: A View from the National Academy of
Sciences, Second Edition, terbitan National Academy of Sciences tahun 1999.
Dalam kasus Kitzmiller lawan Dover Area School District pada tahun 2005, sebuah
mahkamah persekutuan di Amerika memutuskan mana-mana sekolah yang mengajar
sains dan mengaitkan kejadian kehidupan dengan kuasa ghaib dan mengetepikan
teori evolusi, ia dianggap telah melanggar perlembagaan Amerika.
C. Masalah Lingkungan Hidup Akibat Teknologi
1.
Pencapaian Kemakmuran dan Perluasan
Kemudahan
Dampak positif dari Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Dengan dukungan teori atom,
teori zat padat, teori material, dan ikatan kimia maka metalurgi dapat
berkembang dengan pesat. Orang dapat membentuk suatu campuran zat dengan
sifat-sifat yang diinginkan. Misalnya orang dapat membuat kualitas baja sesuai
dengan keperluannya. Contohnya baja untuk rel kereta api, untuk tiang suatu
pabrik yang dibuat dari campuran karbon, fosfat, sulfur, dan silicon, sedangkan
stainless steels merupakan suatu baja yang tahan terhadap perkaratan dan tidak
mudah kusam yang banyak digunakan untuk alat-alat rumah tangga yang merupakan
alat berkualitas tinggi. Dari contoh tersebut dapatlah dipahami bahwa kegiatan
tersebut akan dapat mendatangkan kemakmuran bila dikelola dengan baik.
Dampak negatif yang menyulitkan pengendalian diri
yaitu dapat menimbulkan Negara kaya dan Negara miskin. Misalnya seseorang yang
mampu mendirikan suatu pabrik dengan peralatan teknologi modern akan dapat
bersaing dengan seseorang yang menghasilkan barang yang sama di mana
menggunakan peralatan yang sederhana. Juga penerapan teknik nuklir yang
dikembangkan untuk membuat senjata kimia, hal itu menimbulkan kegelisahan umat
manusia, karena dapat mengancam perdamaian dunia bila masing-masing Negara
tersebut tidak dapat mengendalikan diri.
2.
Dampak terhadap pendayagunaan Sumber
Daya Alam
Dampak negatif dari minyak bumi adalah hasil
pembakaran minyak bumi itu berupa gas-gas oksida, antara lain karbondioksida
yang berguna untuk fptpsintesis (pembentukan zat gula atau pasti ada tanaman
berhijau daun dengan bantuan matahari) dengan karbon monoksida yang bersifat
sangat beracun. Gas CO ini dapat meracuni sel-sel
darah merah sehingga sel-sel itu tidak mampu berfungsi lagi sebagai
penyangkut oksigen dalam jaringan tubuh.
3.
Dampak terhadap transportasi dan
komunikasi
Dampak positif dari perkembangan ilmu pengetahuan alam
dan teknologi, orang dapat membuat sarana dan prasarana transportasi maupun
komunikasi untuk transportasi di darat, miasalnya sepeda motor, mobil, dan
lain-lain. Untuk transportasi melalui laut telah dapat dibuat kapal laut dengan
bobot yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan yang dapat dimasuki kapal
dengan ukuran tertentu.
Dampak negatif yang diakibatkan oleh sarana
transportasi dan komunikasi adalah pencemaran suara (kebisingan) dan pencemaran
udara. Asap dikeluarkan oleh kendaraan bermotor akan bercampur dengan debu-debu
yang bertebaran di udara, hal ini akan merangsang terbentuknya oksida nitrogen
di udara, sehingga terbentuklah awan atau kabut kecoklatan.
4.
Dampak terhadap peningkatan
kesehatan
Dampak positifnya adalah perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi dapat meningkatkan ilmu dan fasilitas di bidang kedokteran.
Peningkatan suatu ilmu ditentukan oleh sarana dan prasarana yang diperlukan.
Untuk perkembangan ilmu kedokteran, sarana dan prasarana tersebut ialah ilmu
dasar (kimia, biologi, penelitiannya).
Dampak negatifnya adalah penyebab yang berhubungan
dengan kemajuan ilmu pengetahuan alam dan teknologi diduga dari penghidupan
modern, misalnya adanya pencemaran udara. Pencemaran udara biasanya terjadi di
kota-kota besar yang lalulintas kendaraan bermotor cukup padat dan banyak industri.
Semua itu mengeluarkan gas sebagai polutan yang dapat digunakan zat-zat kimia
yang dapat menyebabkan penyakit kanker (disebut karbinogen).
5.
Dampak terhadap sumber daya manusia
Dampak posifnya adalah perkembangan dan teknologi
dapat membuka banyak lapangan pekerjaan baru, di mana sumber daya manusia dapat
berperan, baik tenaga maupun pikiran. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi juga menaikkan kualitas sumber daya manusia (keterampilan dan
kecerdasan manusia).
Dampak negatifnya adalah pemanfaat perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang tidak kurang tepat bagi kondisi masyarakatnya
tidak menambahkan lapangan pekerjaan, tapi justru sebaliknya, dapat
mempersempit lapangan pekerjaan. Hal ini karena efektivitas dan efisien sistem
dalam teknologi baru. Misalnya banyak pekerjaan yang mula-mula menjadi tugas
manusia dapat diganti oleh mesin. Di Negara-negara berkembang, masuknya
teknologi baru menimbulkan masalah di bidang ketenagaan kerna secara berlebihan
sumber daya manusia cukup besar bahkan dapat berlebihan, tetapi secara
kualitatif dirasakan sangat kurang. Terutama untuk mengangani teknologi
tinggi. (Mawardi, Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Budaya Dasar, Ilmu
Sosial Dasar (Bandung: Pustaka Setia, 2009), hlm.67)
D. Pengaruh Iptek dalam Kehidupan dan Penanggulangannya
Perubahan satu paradigma iptek dapat menyebabkan
"revolusi" dalam semua bidang kehidupan: literatur, ekonomi, seni,
politik, arsitektur, sosial, dan religi. Iptek telah menyebabkan kita tidak
tergantung pada alam. Iptek telah membebaskan kita dari takhayul dan
memerdekakan kita dari berbagai hukum alam. Fenomena gerhana bulan bagi yang
mengetahui iptek tidak lagi menyeramkan. Bagi yang menguasai iptek, hukum alam
itu dapat dikontrolnya. Air yang hukumnya selalu mencari tempat yang lebih
rendah dapat dibuat mampu memanjat ke gedung bertingkat seratus. Benda berat
seperti besi yang hukumnya harus jatuh ke bumi dapat dibuat mampu terbang dan
membawa ratusan manusia. Barang yang memiliki berat jenis lebih besar dari air
yang kodratnya akan tenggelam, kini dapat diapungkan. Dengan teknologi, hujan
dapat dibuat, gempa dapat diprediksi, cuaca dapat diprakirakan. Teknologi telah
memerdekakan manusia dari alam, dan ia punya potensi untuk memerdekakan manusia
dari sesamanya.
Perubahan mendasar dalam iptek akan membawa perubahan
mendasar dalam semua bidang kehidupan. Selama 2000 tahun kosmologi Aristotelian
telah mewarnai sistem politik, sosial, ekonomi dan bidang kehidupan lainnya.
Sistem Aristotelian yang menggambarkan jagad ini bak sebuah bola kristal yang luar
biasa besamya, dengan bumi di tengah-tengah dan planet-planet mengitarinya, di
mana manusia dan makhluk lainnya telah dilahirkan dalam hirarki yang tak dapat
ditolak, membawa implikasi munculnya sistem sosial yang sangat kurang
demokratis menurut ukuran kini; ada kasta misalnya, dan itu diterima dengan
ikhlas. Tapi, munculnya Galileo telah meruntuhkan "kebenaran" yang
dipercayai selama dua millenium itu. Bersamaan itu ia juga meruntuhkan sistem
sosial yang selama ini dianut oleh masyarakat, terutama yang hidup di Amerika
dan Eropa. Sejak era Galileo, pandangan hidup (world view) kita berubah. Jagad
tidak lagi dipandang statis tapi dinamis, bumi bukanlah pusat jagad tetapi
sebagian kecil daripadanya. Pandangan ini tak ayal lagi merombak sistem
berpikir manusia, memperluas wawasan dan meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Sistem sosial-politik berubah menjadi lebih terbuka. Banyak nilai-nilai lama
yang runtuh dan tergantikan.
Namun kemajuan sains barat tidak diiringi dengan moral
dan etika yang bersahabat dengan kehidupan sekitar. Sehingga terjadinya
kebobrokan moral dari para ilmuan yang mengembangkan sains dan teknologinya.
Sedang bahaya dari sains dan teknologi barat adalah banyaknya eksplorasi yang
melampaui batas sehingga membawa dampak buruk bagi keterlangsungan kehidupan.
Kesemuanya itu membawa kemanusiaan kepada kondisi yang memprihatinkan. Bahkan
para ilmuan barat telah menjadikan sains dan teknologi melebihi dari agama,
moral, dan etika hukum yang beraku. Pada prakteknya sains modern zaman sekarang
ini telah banyak menyimpang dari ajaran dan nilai-nilai agama. Karena jika
seseorang mempelajari suatu ilmu pengetahuan tanpa didasari dengan nilai dan
etika ajaran agama, maka bisa jadi dalam prakteknya terjadi
penyimpangan-penyimpangan yang mengkhawatirkan.
Walau bagaimanapun, perlombaan dalam menciptakan
sains-teknologi modern yang canggih telah mewarnai kehidupan dunia masa kini.
Para saintis dan teknologi berlumba menghasilkan penemuan-penemuan yang
memudahkan kehidupan manusia. Namun di antara itu telah muncul pula teknologi
yang mengerikan manusia, terutama teknologi persenjataan.
Keadaan dunia pada abad 21 ini telah melahirkan
kebimbangan, kecemasan dan ketakutan setiap orang yang memiliki hati nurani dan
mencintai keadilan. Tanda-tanda kehancuran dunia semakin nyata baik di laut,
darat dan udara, misalnya dengan terkikisnya lapisan ozon, meningkatnya suhu
bumi, semakin tingginya air laut, semakin tercemarnya udara dan air, semakin
turunnya kualitas lingkungan, semakin liarnya perilaku manusia, semakin
seringnya terjadi bencana alam dan peristiwa-peristiwa menakutkan lainnya. Jika
keadaan seperti ini dibiarkan terus berlaku, maka tidak diragukan lagi bahwa
dunia sedang menuju jurang kehancuran global yang akan memusnahkan semua
kehidupan di alam raya ini.
Ada beberapa cara untuk menanggulangi pengaruh iptek
terhadap lingkungan hidup diantaranya yaitu:
a.
Usaha Pelestarian Tanah dan Hutan
Usaha yang
dilakukan dalam pelestarian tanah, antara lain melalui tata guna lahan,
penggunaan pupuk, dan pembuatan terasering. Usaha pelestarian hutan,
antara lain melalui peraturan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), reboisasi,
dan penghijauan.
b.
Usaha Pelestarian Sumber Daya Air
Pelestarian sumber daya air dilakukan dengan cara
pencegahan pengamatan pintu-pintu air, pengurangan perusakan air, penyediaan
peresapan air, dan usaha penghematan air. Upaya untuk mengurangi pencemaran
sungai dilakukan melalui Program Kali Bersih (Prokasih), seperti terhadap
Sungai Ciliwung, Bengawan Solo, Citarum, dan sebagainya.
c.
Usaha Pelestarian Sumber Daya Udara
Pencegahan pencemaran udara dilakukan terhadap
pabrik-pabrik dengan melakukan penyaringan terhadap pembuangan gas. Juga
digalakkan penanaman di jalur hijau jalan raya dan hutan kota sebagai
paru-paru kota, wilayah yang padat kendaraan bermotor, diadakan uji emisi
buangan gas berkala terhadap setiap kendaraan bermotor.
d.
Usaha Pelestarian Keanekaragaman
Hayati
Selain mengupayakan pelestarian hutan, usaha
pelestarian keanekaragaman hayati berarti juga melestarikan beberapa varietas
asli tanaman.
Untuk masa mendatang manusia berusaha mencari
sumber daya energi nonkonvensional, seperti
energi matahari yang diubah menjadi energi listrik dengan jalan
menangkap cahaya matahari itu dengan beribu-ribu
fotosel. Energi Panas Bumi pun mulai dimanfaatkan untuk menggerakkan
generator listrik denngan mengubahnya menjadi uap air, begitu juga dengan
energi angin dan energi pasang surut laut. Gas metan yang
dibakar untuk kompor di dapur atau untuk keperluan lain adalah salah satu pemanfaatan Energi
Biogas dengan memanfaatkan sampah dari jagad hidup dengan cara
pembusukan dengan pertolongan bakteri pengurai. Bakteri itu didapatkan dari
kotoran kerbau atau sapi. Bahkan sampah organic sebagai energi
biomassa yang digunakan sebagai bahan bakar, panasnya yang timbul
dipakai untuk memanaskan air/ketel uap. Uap yang timbul dipakai untuk
menggerakkan generator listrik.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Teknlogi adalah pemanfaatan ilmu
untuk pemecahan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai
dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada.
2.
Istilah teknologi sendiri untuk
pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku
berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology:
A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).
3.
Masalah Hidup Akibat
Teknologi: Pencapaian Kemakmuran dan Perluasan Kemudahan. Dampak terhadap
penyalahgunaan Sumber Daya Alam. Dampak terhadap transportasi dan komunikasi.
Dampak terhadap peningkatan kesehatan. Dampak terhadap sumber daya manusia.
4.
Tegnologi memberiksn jasanya yang
sangat besar bagi manusia karena membawa kesejahteraan dan hikmah. Akan tetapi,
teknologi yang sangat maju saat ini juga membawa kesukaran, bahkan malapetaka.
Nyaris semua bidang kehidupan kita bergantung pada hasil teknologi. Maka
terjadilah dehumanisasi, mengasingkan manusia dari dirinya sendiri sebagai
makhluk berpikir kreatif.
5.
Pelestarian lingkungan hidup adalah
usaha untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan
dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu
mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Mawardi,
2009. Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Budaya Dasar, Ilmu Sosial Dasar. Bandung:
Pustaka Setia.
Hidayat, Taufik. 2009. Rahasia
Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains dan Teknologi. Cirebon: STAIN
Cirebon.
Wikipedia
Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas
Danial
Zainal Abidin, Sains Islam dan Teknologi Barat
Mohd. Hishyamuddin Bin Kassim, Makalah Kegagalan Sains
dan Teknologi Barat dalam Peradaban Dunia, STAIN, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar