Rabu, 28 Agustus 2019

SEPUTAR KURIKULUM PENDIDIKAN




1.      Implikasi pengertian kurikulum modern ini, antara lain adalah:
(1)   kurikulum tidak hanya terdiri atas sejumlah mata pelajaran , tetapi juga meliputi semua kegiatan dan pengalaman potensial yang telah disusun secara ilmiah;
(2)   kegiatan dan pengalaman belajar tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di luar sekolah atas tanggung jawab sekolah. Misalnya: mengerjakan tugas di rumah (PR), observasi, studi banding, pengabdian pada masyarakat, program pengalaman lapangan, dan lain-lain.;
(3)   guru sebagai pengembang kurikulum perlu menggunakan multi-strategi dan pendekatan, serta berbagai sumber belajar secara bervariasi;
(4)   tujuan akhir kurikulum bukan untuk memperoleh ijazah, tetapi untuk mencapai tujuan pendidikan.
Implikasi lainnya adalah sebagai berikut :
a.       Tafsirannya bersifat luas, karena bukan hanya terdiri atas mata pelajaran, tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah
b.      Bergbai kegiatan di luar kelas (ekstrakurikulum) sudah tercakup dalam pengertian kurikulum. Maka tidak ada pemisah antara intra dan ekstrakurikulum
c.       Pelaksanaan kurikulum dilaksanakan baik di dalam maupun luar kelas, sesuai dengan tujuan yang hendak di capai
d.      Sistem penyampaian oleh guru disesuaikan dengan kegiatan atau pengalaman yang akan disampaikan. Maka guru hanya mengadakan berbagai kegiatan belajar engajar yang bervariasi, sesuai dengan kondisi siswa
e.       Tujuan pendidikan bukanlah untuk menyampaikan mata pelajaran atau bidang pengetahuan yang tersusun, melainkan pembentukanh pribadi anak atau cara belajar hidup di dalam masyarakat

2.      Pengertian dan Korelasi Kecerdasan IQ, SQ, dan EQ, yaitu :

·         Kecerdasan intelektual (IQ)
Kecerdasan intelektual adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta.

·         Kecerdasan emosional (EQ)
Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan persoalan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.



·         Kecerdasan spiritual (SQ)
Kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mengerti dan member makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan, sehingga seseorang akan memiliki fleksibelitas dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

Ø  Korelasi antara kecerdasan IQ, SQ, dan EQ

Seseorang yang mempunyai kebermaknaan (SQ) yang tinggi mampu menyandarkan jiwa sepenuhnya berdasarkan makna yang diperoleh sehingga ketenangan hati akan muncul. Jika hati telah tenang (EQ) akan memberikan sinyal untuk menurunkan kerja simpatis menjadi parasimpatis. Jika seseorang sudah tenang karena aliran darah sudah teratur, maka seseorang akan dapat berpikir secara optimal (IQ) sehingga lebih tepat mengambil keputusan. Manajemen diri untuk mengolah hati tidak cukup dengan IQ dan EQ saja, tetapi SQ juga sangat berperan dalam diri manusia sebagai pembimbing kecerdasan lain
Orang sukses tidak hanya cukup dengan kecerdasan intelektual tetapi juga perlu kecerdasan emosional agar merasa gembira, dapat bekerja dengan orang lain, punya motivasi kerja, dan bertanggung jawab. Selain itu kecerdasan spiritual juga diperlukan agar merasa bertakwa, dan mengabdi secara tulus, luhur tanpa pamrih.
3.      Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum

·         Prinsip Relevansi

Dalam hal ini dapat dibedakan relevansi keluar yang berarti bahwa tujuan, isi, dan proses belajar harus relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan masyarakat dan relevansi ke dalam berarti bahwa terdapat kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi, proses penyampaian dan penilaian yang menunjukkan keterpaduan kurikulum.

·         Prinsip Kontinuitas

Terkait dengan perkembangan dan proses belajar anak yang berlangsung secara berkesinambungan, maka pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya, antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya, serta antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan.

·         Prinsip Fleksibilitas

Kurikulum harus dapat mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang, di sini dan di tempat lain, bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus berisi hal-hal yang solid, tetapi dalam pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah, waktu maupun kemampuan, dan latar belakang anak.

·         Prinsip Efektifitas

Efektifitas berkenaan dengan keberhasilan pelaksanaan kurikulum baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Kurikulum merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Dalam pengembangannya, harus diperhatikan kaitan antara aspek utama kurikulum yaitu tujuan, isi, pengalaman belajar, serta penilaian dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.

·         Prinsip Efisiensi/Praktis

Kurikulum harus praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya murah. Dalam hal ini, kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan, baik keterbatasan waktu, biaya, alat, maupun personalia.

4.      Peranan guru dalam proses belajar mengajar, yaitu:
1)      Guru sebagai Designer (peranan),
fungsi ini menghendaki agar guru senantiasa mampu dan siap merancang kegiatan belajar mengajar yang berhasil, berguna dan berdaya guna.
2)      Guru sebagai Implementator,
Sebagai implementor, guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah ada.
3)      Guru sebagaai Fasilitator,
sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar.
4)      Guru sebagai demonstrator,
Peran guru sebagai demonstrator adalah menguasai ilmu pengetahuan yang akan diberikan dengan baik.
5)      Guru sebbagai Mediator,
Guru sebagai mediator hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan, karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengaktifkan proses belajar mengajar.
6)      Guru sebagai Evaluator,
Fungsi ini menghendaki guru untuk senantiasa mengikuti perkembangan taraf kemajuan prestasi belajar atau kinerja akademik siswa dalam setiap kurun waktu pembelajaran.
7)      Guru sebagai Pengelola Kelas,
Guru hendaknya mampu mengelola kelas sampai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang pelru diorganisasi.
5.      Kurikulum memiliki empat unsur komponen pembentuk atau penyusun kurikulum sebagai berikut:
1)      Komponen Tujuan
Tujuan pendidikan menurut permendiknas No. 22 Tahun 2007 pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut.
·         Tujuan pendidikan dasar, adalah untuk meletakkan dasar pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta mengikuti untuk pendidikan selanjutnya.
·         Tujuan pendidikan menengah, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan pada tahap selanjutnya.
·         Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan yang selanjutnya sesuai jurusannya masing-masing.
·         Tujuan pendidikan institusional, yaitu tujuan pendidikan yang dikembangkan di kurikuler dalam setiap mata pelajaran disekolah.
2)      Komponen Isi (Bahan pengajaran)
Kurikulum dalam komponen isi adalah suatu yang diberikan kepada anak didik untuk bahan belajar mengajar guna mencapai tujuan. Kurikulum memiliki kriteria yang membantu perencanaan pada kurikulum. Kriteria kurikulum adalah sebagai berikut:
·         Sesuai dan bermakna bagi perkembangan siswa.
·         Mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji.
·         Mencerminkan kenyataan sosial.
·         Menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
3)      Komponen Strategi
Kurikulum sebagai komponen strategi tentunya merujuk pada metode dan pendekatan serta peralatan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Strategi dalam pembelajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam pembelajaran. Strategi pelaksanaan adalah bimbingan, pengajaran, penilaian, dan penyuluhan kegiatan sekolah.
4)      Komponen Evaluasi
Komponen evaluasi yakni memeriksa suatu kurikulum apakah tujuan kurikulum tersebut telah tercapai dengan baik dalam proses maupun dalam hasil belajar peserta didik yang mempunyai peranan penting dalam menentukan keputusan dari hasil evaluasi.
Ø  Adapun fungsi-fungsi dari kurikulum yang dapat menopang tercapainya tujuan pendidikan adalah:
·         Fungsi Penyesuaian, adalah kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
·         Fungsi Integrasi, berarti bahwa kurikulum adalah alat pendidikan yang dapat menciptakan individu-individu yang utuh, yang nantinya dapat berguna dan dapat berintegrasi di lingkungan
·         Fungsi Diferensiasi, memiliki arti bahwa kurikulum adalah suatu alat yang dapat memberikan pelayanan yang mampu menghargai dan melayani berbagai macam perbedaan setiap siswa.
·         Fungsi Persiapan, berarti bahwa kurikulum dapat berfungsi sebagai pendidikan yang mampu mempersiapkan siswa ke jenjang yang selanjutnya serta mampu untuk mempersiapkan dirinya agar dapat hidup di lingkungan masyarakat, ketika ia tidak melanjutkan pendidikannya.
·         Fungsi Pemilihan, Kurikulum berfungsi untuk menentukan program pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.
·         Fungsi Diagnostik, berarti bahwa kurikulum merupakan suatu alat pendidikan yang mampu memahami potensi dan kelemahan yang ada dalam diri setiap siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN ( IAD )

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN Diajukan untuk memenuhi tugas perkuliahan mata ku...