Rabu, 28 Agustus 2019

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN ( IAD )



TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN

Diajukan untuk memenuhi tugas perkuliahan mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar semester II tahun ajaran 2017/2018
Dosen Pembimbing : Handri Wijaya, M.Pd.


STAI DR KHEZ MUTTAQIEN.png
 








Disusun oleh kelompok 1 :
1. Asep Sukirman                    : 0101.1701.087
2. Cucu Kholifah Siti Saadah : 0101.1701.088
3. Edah Sa’adah                      : 0101.1701.090
4. Ginanjar Yazid                    : 0101.1701.093
5. Listiani                                : 0101.1701.101
6. Riki Sutarno                        : 0101.1701.107

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
STAI DR KHEZ MUTTAQIEN
PURWAKARTA
2018



KATA PENGANTAR


Assalamu alaikum Wr. Wb.
          Puji Syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah yang maha kuasa karena  atas berkat Rahmat dan Hidayah-Nyalah  yang senantiasa dilimpahkan kepada kita, sehingga dalam penyusunan makalah ini kami diberikan  kemudahan untuk mengumpulkan Reprensi dalam menyusun makalah mengenai, “TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN
            Adapun maksud dan tujuan membuat makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar, Semester II, tahun akademik 2017-2018.
         Kami juga  sadari bahwa didalam isi makalah yang kami buat ini sesungguhnya masih banyak terdapat kekurangan – kekurangan yang seharusnya itu menjadi suatu hal yang sangat Subtansi dalam makalah ini, oleh karena itu kami sebagai penyusun makalah ini  sangat mengharapkan masukan – masukan agar sekiranya makalah ini dapat sempurna sesuai apa yang kita harapkan dan juga dapat bermamfaat untuk kita semua.
          Kami selaku penyusun mengucapkan banyak terima kasih ketika makalah ini begitu banyak memberikan dampak positif bagi rekan – rekan mahasiswa lainnya, Semoga Allah SWT senan tiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin.

Wassalamu A’laikum Wr.Wb


Purwakarta, 9 April 2018

i

DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR................................................................................................ i
DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1
A.    Latar belakang.................................................................................................. 1
B.     Rumusan masalah............................................................................................. 2
C.     Tujuan penulisan............................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Teori evolusi..................................................................................................... 3
B.     Teori evolusi menurut ilmu pengetahuan barat................................................. 3
C.     Teori evolusi menurut ilmu pengetahuan Al-quran.......................................... 5
D.    Rekayasa reproduksi ....................................................................................... 6
E.      Rekayasa reproduksi menurut ilmu pengetahuan barat................................... 6
F.      Rekayasa reproduksi menurut ilmu Al-quran................................................... 8
BAB III PENUTUP................................................................................................. 11
A.    Kesimpuln...................................................................................................... 11
B.     Kritik dan saran.............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................. 12

 







ii


BAB I

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Para ilmuan selalu meneliti dan mengkaji segala sesuatu yang ada di bumi ini khususnya. Terlebih di zaman dahulu para ilmuan mencari asal usul bumi bahkan makhluk di bumi sehingga banyak perbedaan pendapat yang di kemukakan baik dari segi Al-Qur’an maupun dari ilmu pengetahuan barat. Salah satunya adalah Darwin mengemukakan mekanisme, bahwa satu spesies dapat berubah menjadi spesies lain.
Di samping terdapat perbedaan pendapat dari para ilmuan, dengan merujuk dan menduduki posisi di atas sasarannya adalah melahirkan rekayasa reproduksi. Ada pun para ilmuan berbeda pendapat dari segi asal usul manusia itu. Dan manusia di ciptakan begitu sempurna dari yang lain, maka dengan mengetahui asal usulnya akan menjadi sesuatu yang spesial. Lalu masalah manusia untuk apa di ciptakan di atas hamparan bumi yang begitu luasnya. Maka dengan menemukan jawaban dari itu semua bisa menjadi kita sadar dan lebih menjalankan kebaikan hidup karena sejatinya manusia akan kembali kepada-Nya.
Dari tidak ada kesamaan penelitian yang di ungkapkan para ilmuan dengan Al-Qur’an tentunya kita berpegang pada Al-Qur’an, namun seharusnya antara penelitian para ilmuan jika di satu padukan dengan Al-Qur’an akan mendapat suatu kebenaran. Maka dari itu disusunlah makalah tentang Teori Evolusi dan Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al-Qur’an.






1

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah Teori Evolusi itu?
2.      Bagaimana Teori Evolusi Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al-Qur’an?
3.      Apakah Rekayasa Reproduksi itu?
4.      Bagaimana Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al-Qur’an?

C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk Mengetahui Tentang Teori Evolusi.
2.      Untuk Mengatahui Teori Evolusi Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al-Qur’an.
3.      Untuk Mengetahui Tentang Rekayasa Reproduksi.
4.      Untuk Mengatahui Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Pengetahuan Barat dan Al-Qur’an.

















2
BAB II
PEMBAHASAN

1. TEORI EVOLUSI
Teori bisa didefinisikan sebagai sekelompok pernyataan yang memiliki kaitan secara logis (misalnya rumus-rumus, ide-ide atau ketentua-ketentuanya) yang menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan juga memperkirakan kejadian yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Evolusi adalah  suatu proses perubahan  makhluk hidup secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama dari bentuk yang sederhana, menjadi bentuk yang lebih kompleks. Terdapat dua macam evolusi yaitu Evolusi Progresif  adalah  Evolusi yang menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup, dan Evolusi Regresif (retrogresif) adalah Evolusi yang menuju pada kemungkinan menjadi punah. Diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan tersebut nampak lebih jelas.
Teori evosi sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan sampai saat ini. Banyak tokoh yang berpendapat tentang hal ini, tetapi belum ada satu teori yang dapat menjawab semua fakta dan kejadian tentang sejarah perkembangan makhluk hidup.

1.1  TEORI EVOLUSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT
Teori Evolusi menjawab pertanyaan mengapa harus terjadi evolusi? Teori evolusi ini telah memberikan arti bahwa dunia ini tidak statis tetapi akan selalu berubah. Demikian pula dengan spesies kita yang merupakan produk dari proses evolusi, akhirnya menjadi sesuatu yang diyakini. Teori evolusi itu sendiri adalah perpaduan antara ide (gagasan) dan fakta.



3
Berikut teori dari ilmuan mengenai teori evolusi :
A. Teori Lamarck ( 1744-1829 )
Menurut Lamarck evolusi itu terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi terjadi karena diinginkan, yaitu perubahan struktur atau bentuk yang terjadi karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi perubahan lingkungan.
Lamarck mengungkapkan :
1.      Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan
2.      Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunannya
3.      Organ yang sering digunakan akan berkembang, sedangkan apabila tidak digunakan akan mengalami kemunduran bahkan hilang

Contoh : Lamacrk berpendapat bahwa dahulu, jerapah memiliki leher yang pendek. Bagi keturunan jerapah yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungan (dapat mengambil makanan di pohon yang tinggi),  leher jerapah akan berkembang menjadi lebih panjang. Jerapah yang telah beradaptasi menjadi leher panjang tersebut, akan mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya. Namun sebaliknya, bagi keturunan jerapah yang tidak dapat beradaptasi baik dengan lingkungan, maka ia akan mengalami kemunduran.

B. Teori Darwin ( 1809-1882 )
Menurut Darwin bahwa organisme menjadi sesuai dengan lingkungannya dalam proses evolusi, dan proses ini dikendalikan oleh alam. Adapun teori pokok Darwin menyatakan bahwa : Spesies yang ada sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa lampau Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
Darwin menyatakan bahwa manusia berevolusi dari mahluk hidup yang mirip kera melalui bukunya The Descent of Man. Diantaranya yang dikemukakan Darwin adalah ciri-ciri fisik seperti jumlah jari kaki dan tangan kera yang memiliki jumlah yang sama dengan manusia, yakni lima. Kemudian pola bentuk tubuh, cara melahirkan, dan bulu-bulu rambut yang tumbuh pada kera dianggap menyerupai manusia. Darwin mulai mencari fosil fosil pendukung argumentasinya.
4
1.2  TEORI EVOLUSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN AL-QUR’AN
Menurut Al Quran, Allah SWT menciptakan manusia dengan empat cara yaitu :
a.  Nabi Adam AS telah diciptakan dari tanah liat (Q.S. Al-Ma’idah 5:26)
b.  Siti Hawa telah diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam AS (Q.S An-Nisa 4:1)
c.  Nabi Isa AS diciptakan tanpa Ayah (Q.S Maryam 19:34)
d.  Manusia biasa diciptakan melalui proses biasa yang memerlukan pencantuman sperma dalam  rahim manusia (Q.S Al-Qiyamah 75:37-40)
Konsep kejadian manusia jelas perbedaannya dengan konsep kejadian makhluk selain manusia. Manusia memiliki kelebihan yang sempurna dan sekaligus menunjukkan bahwa manusia memang istimewa dan berbeda. Pencipatan manusia bukanlah proses yang terbentuk dari sesuatu yang bukan berasal dari manusia, seperti halnya teori Darwin.
Manusia, menurut pandangan Islam adalah mahluk yang mulia dan terhormat disisi Allah SWT. Manusia di ciptakan Allah dalam bentuk yang paling baik. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .....”  (Q.S. AT-Tin 95:4).
Kecuali itu, Manusia memiliki insting (Naluri) dan melakukan penginderaan sebagai hewan, ia juga memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh hewan dan tumbuhan yaitu akal. Akal merupakan anugrah Tuhan yang tiada ternilai harganya, yang membedakan dari kehidupan mahluk Allah yang lain. 
“Dan sesungguhnya Kami memuliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan,Kami beri mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang Kami ciptakan” (Q.S. Al-Isra’ 17:70)

            Proses penciptaan manusia menurut Islam secara jelas di terangkan dalam Al-Qur’an . Al Qur’an secara gamblang menerangkan bagaimana penciptaan asal usul manusia. Manusia pertama menurut Alquran diciptakan dari tanah. Firman Allah dalam AlQuran surat As-Sajdah 32 ayat 7-8 :
“ Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari pati air yang hina (air mani).” (Q.S. As-Sajdah (32): 7-8)
5

Selanjutnya dalam surah Al Furqan ayat 54, Allah SWT berfirman :
“Dan Dia menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu keturunan (pertalian darah) dan hubungan pernikahan (Musaharah). Dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” (Q.S. surah Al Furqan (25): 54 )
Dalam hal ini sabda Rasulullah SAW menyebutkan :
“Kamu semua adalah dari anak-anak Adam dan Adam dari tanah.”
Dalam hadist lain Rasulullah juga bersabda :
“Manusia itu dari anak-anak Adam dan Allah menciptakan Adam dari tanah....” (HR Abu Daud).
            Berdasarkan hadist tersebut jelaslah, bahwa semua suku bangsa di dunia ini mempunyai nenek moyang yang sama, yaitu Nabi Adam. Dengan demikian teori yang di kemukakan darwin , menurut pandangan Islam perlu dikaji ulang, jika tidak maka teori tersebut dikatakan sebagai teori yang mengada-ada.

2. REKAYASA REPRODUKSI
Rekayasa reproduksi adalah suatu usaha manusia untuk mengembangbiakkan makhluk hidup termasuk manusia itu sendiri dengan cara memanipulasi tahapan-tahapan proses reproduksi yang berlangsung secara alami.
2.1  REKAYASA REPRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT
A. Kloning
          Kloning dari bahasa inggris adalah cloning, yang artinya usaha manusia untuk menciptakan suatu organisme dengan cara menduplikasi yang dilakukan secara aseksual, dengan kata lain seperti halnya menggandakan organisme mahluk hidup melalui cara nonseksual.[7]

6
Menurut ilmu Barat yang dapat kita ambil contoh, yaitu teknik cloning yang sudah pernah dilakukan di Scotlandia, Dr. Ian Willmut, yang menjadikan sel telur domba yang telah direkayasa menjadi seekor domba tanpa ayah atau tanpa perkawinan. Domba tersebut dinamakan Domba Dolly.

B.  Kultur jaringan
           Kultur jaringan merupakan suatu metode pemeliharaan bagian tumbuhan yang sudah di isolasi dari tanaman induknya pada medium buatan dalam kondisi steril secara in vitro.[8]  In vitro merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan yang dilakukan di luarindividu yang bersangkutan. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif.
          Salah satu contoh yang pernah dilakukan ilmuwan Barat, F.C. Steward, yang menggunakan Eksplan wortel yang dikultur dalam media setelah beberapa waktu berubah menjadi kalus, kemudian kalus tersebut dipindahkan ke medium lain, lalu membentuk tanaman kecil yang lengkap, disebutkan dengan planlet. Tekhnik ini juga di populerkan oleh Muer, Hildebrandt, dan Riker.

C.  Bayi Tabung
          Rekayasa Bayi Tabung adalah tekhnik rekayasa bayi yang dilakukan dengan metode pembuahan yang berlangsung di dalam tabung. Tekhnik ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari tekhnik inseminasi buatan [3], hanya saja proses pembuahan pada bayi tabung terjadi di luar, sedangkan inseminasi terjadi di dalam tubuh. Keduanya sama-sama merupakan pengembangbiakan generatif. Kita sering mendengar istilah bayi tabung bagi pasangan yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Hal ini merupakan jalan pintas bagi mereka untuk segera mendapatkan keturunan. Di sisi lain, tekhnik Bayi Tabung berpeluang kecil untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.


7
D.  Hibridasi
           Hibridasi merupakan tehnik pencarian bibit unggul dengan cara menyilangkan  2 varietas yang memiliki sifat unggul [4]. Cara ini sering digunakan karena menguntungkan dan ini alasan kenapa banyak orang memilih menggunakan tehnik ini. Hasil dari hibridasi merupakan perpaduan sifat unggul dari kedua induknya, tehnik ini dapat dilakukan pada hewan dan tumbuhan. Contoh hibrid tumbuhan yang telah dibudidayakan adalah jagung, kelapa, padi, tebu, dan anggrek.
2.2  REKAYASA REPRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN AL-QUR’AN
Islam tidak melarang manusia untuk mengadakan penelitian atau penyelidikan, bahkan mendorong manusia untuk melakukannya dalam rangka mengenal lebih dekat dengan sang khalik, mengetahui kebesaran-nya. akan tetapi di dalam pandangan Al-Qur’an, pertimbangan moral dalam penelitian sangatlah penting. Jika proses rekayasa membawa proses kemaslahatan bagi umat manusia, maka tiada larangan untuk itu. misal, rekayasa reproduksi untuk memperbanyak keturunan dan mendapatkan hasil banyak dari suatu jenis tanaman atau binatang. sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
“ dan dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya sebagai rahmatdari pada nya . sesungguhnya pada yang demikian itubenar benar terdapat tanda tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir” (QS.Al jatsiyah 45:13)
Pada hukum kloning pada manusia. Menurut buku fatawa mu’ashiroh karangan Yusuf Qurdhowy bahwa tidak diperbolehkanya kloning terhadap manusia. Atas beberapa pertimbangan diantaranya :
Pertama : Dengan kloning akan meniadakan keanekaragaman. (varietas).
ALLAH SWT telah menciptakan alam ini dengan kaedah keanekaragaman. Hal tersebut tertuang dalam Al-Qur’an surat fathir ayat 26 dan 27. Sedangkan dengan kloning akan meniadakan keanekaragaman tersebut. Karena dengan kloning secara tidak langsung menciptakan duplikat dari satu orang. Dan dengan ini akan dapat merusak kehidupan manusia dan tatanan sosial dalam masyarakat, efeknya sebagian telah kita ketahui dan sebagian lainnya kita ketahui di kemudian hari.
8
Kedua : Kloning manusia akan menghilang nasab (garis keturunan).
Bagaimana dengan hubungan orang ang mengkloning dan hasil kloningan tersebut, apakah dihukumi sebagai duplikatnya atau bapaknya ataupun kembarannya, dan ini adalah permasalahan yang kompleks. Kita akan kesulitan dalam menentukan nasab hasil kloningan tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan kloning dapat digunakan untuk kejahatan, Siapa yang bisa menjamin jikalau diperbolehkan kloning tidak akan ada satu negara yang mencetak ribuan orang yang digunakan sebagai prajurit militer yang berfungsi menumpas negara lain.
Ketiga : Dengan kloning akan mengilangkan Sunatullah (nikah).
ALLAH SWT telah menciptakan manusia, tamanan, binatang dengan berpaang-pasangan. Surat Addariyat 46.. Anak-anak produk kloning tersebut dihasilkan melalui cara yang tidak alami. Padahal justru cara alami itulah yang telah ditetapkan ALLAH SWT untuk manusia dan dijadikan-Nya sebagai sunnatullah untuk menghasilkan anak-anak dan keturunannya. ALLAH SWT berfirman: ” dan Bawasannya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani apabila dipancarkan.” (QS. An Najm : 45-46).
Keempat : Memproduksi anak melalui proses kloning akan mencegah pelaksanaan banyak hukum-hukum syara’.
Seperti hukum tentang perkawinan, nasab, nafkah, hak, dan kewajiban antar bapak dan anak, waris, perawatan anak, hubungan kemahraman, hubungan ’ashabah dan lain-lain. Disamping itu koning akan mencampur adukkan dam menghilangkan nasab serta menyalahi fitra yang telah diciptakan ALLAH SWT untuk manusia dalam masalah kelahiran anak. Kloning manusia sesungguhnya merupakan perbuatan keji yang akan dapat menjungkir balikkan struktur kehidupan masyarakat.

            Berdasarkan dalil-dalil itulah proses kloning manusia diharamkan menurut hukum Islam dan tidak boleh dilahsanakan. ALLAH SWT berfirman mengenai perkataan iblis terkutuk, yang mengatakan : ”...dan akan aku (iblis) suruh mereka (mengubah ciptaan ALLAH), lalu benar-benar mereka mengubahnya.” (QS.An Nisaa’ : 119).

9
Tekhnik rekayasa reproduksi juga tidak terlepas dari bantahan Al-Qur’an. Seperti teknik kloning yang dianggap menyimpang dari ajaran Al-Qur’an, karena prosesnya tidak secara alamiah. dalam Surat Al-hajj ayat 5 allah berfirman :
   Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menjadikan kamu dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya.
 Dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Q.S Al hajj 22:5)
Dalam Islam kloning dapat menimbulkan akibat yang fatal apabila hal ini masih dilakukan. Pelarangan mutlak terhadap penelitian kloning pada manusia baik secara agamis dari segi ilmu pengetahuan adalah kurang etis. Tidak hanya kloning, semua tekhnik rekayasa reproduksi yang pernah diterapkan di dunia barat memang banyak menyimpang dari ajaran Al-Qur’an. tidak hanya itu, kesemuanya dianggap membahayakan kesehatan. tentunya hal ini sangat dihindari dalam Islam. Islam mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak mengorbankan diri sendiri demi mengejar hasrat pribadi, tetapi Islam mengajarkan untuk hidup nyaman sesuai syariat tanpa mengorbankan kesehatan.





10
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Tidak di elakan lagi bahwa ilmu pengetahuan sudah menjalar ke berbagai aspek, termasuk ke dalam masalah rekayasa produksi. Adapun teori evolusi dari berbagai ilmuan masih banyak perbedaan pendapat, dari titik inilah praktek rekayasa produksi dikembangkan oleh ilmuan dari barat. Namun kita kembali kepada hukum alam, bagaimana Allah telah menjadikan manusia sebagai pemelihara bumi, dan telah Allah tundukkan pada manusia apa yang di langit dan di bumi. Namun harus ada pertimbangan-pertimbangan untuk mengelola bumi dan menciptakan sesuatu yang baru, apalagi jika harus bertentangan dengan Al-Qur’an maka harus di tinggalkan.
Sejak dahulu, pemikiran-pemikiran para ilmuwan di dunia barat telah banyak menimbulkan kontroversi, khususnya di dunia Islam. Pemikiran-pemikiran tersebut dianggap menyimpang dari ajaran Islam. Selain itu, metode yang diterapkan oleh para ilmuwan barat, dalam kasusnya, terbukti banyak membahayakan kesehatan. Sementara itu, Islam sendiri menghindari adanya praktik-praktik yang membahayakan kesehatan manusia. Islam mengajarakan kepada manusia untuk menggunakan cara-cara yang halal demi mendapatkan hasil yang maksimal. syariah Islam harus dilakukan dengan baik, bukan malah menyalahinya dengan menggunakan berbagai macam cara yang diharamkan. Seperti yang dilakukan oleh para ilmuwan barat tersebut.
B.     KRITIK DAN SARAN






11

DAFTAR PUSTAKA

OLEH RYUU SASORI, SUNDAY, OCTOBER 2, 2016
http://astra2011.blogspot.co.id/2017/05/makalah-teori-evolusi-dan-rekayasa.html
















12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN ( IAD )

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN Diajukan untuk memenuhi tugas perkuliahan mata ku...