Rabu, 28 Agustus 2019

KURIKULUM PENDIDIKAN

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “pengaruh isi kurikulum dalam menopang pembelajaran siswa ” ini dengan baik meskipun banyak kekurangaannya didalmnya. Dan juga kami berterimakasih kepada Bapak Dr. H. Slamet, M.Ag. selaku dosen mata kuliah Komunikasi Pembelajaran STAI DR. KHEZ MUTTAQIEN yang telah memberrikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pengaruh isi kurikulum dalm menopang pembelajaran siswa. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap ada kritik dan saran demi perbaikan makalah yang telah kami buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan ini yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.  

Purwakarta, 11 Mei 2019 
Penyusun,


DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN


Isi kurikulum hakikatnya terdiri atas bahan-bahan pengajaran dan berbagai pengalaman yang diperlukan dalam tercapainya tujuan pendidikan. Dengan adanya tuntutan untuk memenuhi hal tersebut, maka para perencana kurikulum sering kali mengalami berbagai kesulitan dalam menyusun dan merencanakan isi kurikulum yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.
Kesulitan tersebut adalah terjadinya perubahan-perubahan dalam segala bidang yang semakin berkembang setiap waktunya, yaitu perubahan dalam bidangsosial, ekonomi, budaya, politik, dan yang lainnya yang terus berkembang dari tahun ke tahun dan tidak dapat diimbangi dengan arif dan bijaksana. Oleh karena itu lembaga sekolah dituntut untuk selalu mengembangkan segala bidang yang ada, termasuk kurikulum itu sendiri.
Pembentukan kurikulum yang ideal dan aktual sangat dibutuhkan para siswa dalam menghadapi tantangan yang telah disebutkan di atas, tidak lain agar mereka semua bisa mengimbangi kemajuan zaman dengan kemajuan intelektual. Namun tujuan kurikulum sendiri harus syarat kepentingan umum dan bermanfaat, serta menampakkan pengaruh positif bagi siswa, guru, serta yang terlibat di dalamnya.

1.      Apa itu kurikulum?
2.      Bagaimana isi kurikulum?
3.      Bagaimana pengaruh isi kurikulum dalam menopang pembelajaran siswa?

1.      Mengetahui isi kurikulum
2.      Mengetahui pengaruh isi kurikulum dalam menopang pembelajaran siswa



Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir yang artinya “pelari” dan currere yang berarti “tempat berpacu”. Istilah kurikulum ini berasal dari dunia olah raga. Dalam bahasa Prancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh seorang pelari dari garis start sampai dengan garis finish untuk memperoleh medali atau penghargaan. Jarak yang harus ditempuh tersebut kemudian diubah menjadi program sekolah dan semua orang yang terlibat didalamnya.
Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran (Grayson 1997). Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran. Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Kurikulum juga dapat diartikan sebagai suatu gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan. Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya, maka dikenal tiga macam kurikulum, yaitu kurikulum ideal, kurikulum aktual, dan kurikulum tersembunyi. Atau biasa disebut kurikulum tertulis dan kurikulum tidak tertulis tertulis. Kurikulum tertulis diantaranya kurikulum ideal dan kurikulum yang tidak tertulis ialah kurikulum tersembunyi (hidden curriculum).

Kurikulum Ideal, yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal, sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum. Kurikulum ideal contohnya seperti Rentjana Pelajaran 1947, Rentjana Pelajaran Terurai 1952, Rentjana Pendidikan 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 (KBK),Kurikulum 2006 (KTSP), dan Kurikulum 2013. Karna dari macam-macam kurikulum ini mereka memiliki tujuan atau memiliki cit-cita dalam keberhasian belajar siswa. Seperti penjelasan di bawah ini.
a)      Kurikulum 1947 atau Rentjana Pelajaran 1947
Isi kurikulum ini lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di dunia. Fokusnya tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.
Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok:
1. Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya
2. Garis-garis besar pengajaran (GBP) 
Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran dalam arti kognitif, namun yang diutamakan pendidikan watak atau perilaku (value , attitude) meliputi:
1.      Kesadaran bernegara dan bermasyarakat
2.      Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari
3.      Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani
b)        Kurikulum 1952 atau Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Di dalam kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Rencana pelajaran ini memiliki ciri yaitu setiap pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Silabus mata pelajaran menunjukkan secara jelas seorang guru mengajar satu mata pelajaran.
Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang, Riau.
c)      Kurikulum 1964 atau Rentjana Pendidikan 1964
Isi kurikulum ini cirinya yaitu pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keparigelan (keterampilan), dan jasmani.
Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan Pancawardhana yaitu diantaranya Daya cipta, Rasa, Karsa, Karya, dan Moral.
Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi :
a.       Moral
b.      Kecerdasan
c.       Emosional/artistik
d.      Keprigelan (keterampilan)
e.       Jasmaniah
d)     Kurikulum 1968
Kurikulum ini bertujuan untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.
Cirinya yaitu bermuatan materi pelajaran bersifat teoritis, tidak berkaitan dengan permasalahan faktual di lapangan, menitik beratkan pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan, isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik sehat dan kuat.
Mata pelajaran pada kurikulum 1968 dapat dilihat berikut ini:
1)      Pengembangan Moral : Pendidikan Kemasyarakatan dan Pendidikan Agama/budi pekerti
2)      Pengembangan Kecerdasan : Bahasa Daerah, Bahasa Indonesia, Berhitung, Pemgetahuan Alamiah
3)      Pengembangan Emosional atau Artistik : Penddidikan Kesenian
4)      Pengembangan Keprigelan : Pendidikan Keprigelan
5)      Pengembangan Jasmani :Penddidikan Nasmani/Kesehatan
e)      Kurikulum 1975
Kurikulum ini menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) yang dikenal dengan istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.
Garis-Garis Besar Program Pengajaran, pada bagian ini dimuat hal-hal yang berhubungan dengan program pengajaran, yaitu :
a.       Tujuan Kurikuler, yaitu tujuan yang harus dicapai setelah mengikuti program pengajaran yang bersangkutan selama masa pendidikan.
b.      Tujuan Instruksional Umum, yaitu tujuan yang hendak dicapai dalam setiap satuan pelajaran baik dalam satu semester maupun satu tahun.
c.       Pokok bahasan yang harus dikembangkan untuk dijadikan bahan pelajaran bagi para siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
d.      Urutan penyampaian bahan pelajaran dari tahun pelajaran satu ke tahun pelajaran berikutnya dan dari semester satu ke semester berikutnya.
Mata Pelajaran dalam Kurikulum tahun 1975 adalah :
1. Pendidikan agama                                       6. IPA 
2. Pendidikan Moral Pancasila                        7. Olah raga dan kesehatan
3. Bahasa Indonesia                                        8. Kesenian
4. IPS                                                              9. Keterampilan khusus
5. Matematika
f)       Kurikulum 1984
Di dalam kurikulum ini posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar yang melakukan berbagai aktifitas mulai dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Mata pelajaran yang termasuk kelompok inti tersebut adalah :

1.      Agama
2.      Pendidikan Moral Pancasila
3.      Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa
4.      Bahasa dan Kesusasteraan Indonesia
5.      Geografi Indonesia
6.      Geografi Dunia  
7.      Ekonomi
8.      Kimia
9.       Fisika
10.  Biologi
11.  Matematika 
12.  Bahasa Inggris  
13.  Kesenian
14.  Keterampilan
15.  Pendidikan Jasmani dan Olahraga
16.   Sejarah Dunia dan Nasional

g)      1994 dan Suplemen Kurikulum 1999
Kurikulum ini menerapkan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994, di antaranya sebagai berikut :
·         Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan
·         Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi)
·         Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
·         Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban), dan penyelidikan.
·         Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
·         Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek.
·         Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa.
          Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengahdilaksanakan bertahap, yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. Kurikulum ini merupakan perpaduan sebelumnya, terutama tahun 1975 dan 1984. Disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat dan super padat, dari muatan nasional sampai muatan lokal seperti misalnya bahasa daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain; perpaduan antara tujuan dan proses ini dinilai belum berhasil sehingga banyak kritik berdatangan.
h)      Kurikulum 2004 atau KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
KBK memiliki ciri-ciri yaitu menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Beberapa keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 adalah :
a.       KBK yang dikedepankan penguasaan materi hasil dan kompetenasi paradigma pembelajaran versi UNESCO : learning to know,learning to do, learning to live together, dan learning to be.
b.      Silabus ditentukan secara seragam, peran serta guru dan siswa dalam proses pembelajaran, silabus menjadi kewenagan guru.
c.       Jumlah jam pelajaran 40 jam per minggu 32 jam perminggu, tetapi jumlah mata pelajaran belum bisa dikurangi.
d.      Metode pembelajaran Keterampilan proses dengan melahirkan metode pembelajaran PAKEM dan CTL.
e.       Sistem penilaian Lebih menitik beratkan pada aspek kognitif, penilaian memadukan keseimbangan kognitif, psikomotorik, dan afektif, dengan penekanan penilaian berbasis kelas
KBK memiliki empat komponen, yaitu kurikulum dan hasil belajar (KHB), penilaian berbasis kelas (PBK), kegiatan belajar mengajar (KBM), dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah (PKBS).
KHB berisi tentang perencaan pengembangan kompetensi siswa yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai usia 18 tahun. PBK adalah melakukan penilaian secara seimbang di tiga ranah, dengan menggunakan instrumen tes dan non tes, yang berupa portofolio, produk, kinerja, dan pencil test. KBM diarahkan pada kegiatan aktif siswa dala membangun makna atau pemahaman, guru tidak bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi sebagai motivator yang dapat menciptakan suasana yang memungkinkan siswa dapat belajar secara penuh dan optimal.
i)        Kurikulum 2006 atau KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Disini pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar dan guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya. Struktur muatan KTSP terdiri atas :
1.      Mata pelajaran
2.      Muatan lokal
3.      Kegiatan pengembangan diri
4.      Pengaturan beban belajar
5.      Kenaikan kelas, penjurusan, dan kelulusan
6.      Pendidikan kecakapan hidup
7.      Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

j)        Kurikulum 2013
Memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Memiliki ciri yaitu dalam materi pembelajarannya terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah Matematika. Dalam kurikulum 2013 memiliki karakteristik diantaranya:
a.       Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) satuan pendidikan dan kelas, dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
b.      Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
c.       Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu tema untuk SD/MI, dan untuk mata pelajaran di kelas tertentu untuk SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK.
d.      Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dijenjang pendidikan menengah diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan menengah berimbang antara sikap dan kemampuan intelektual (kemampuan kognitif tinggi).
e.       Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements) Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti.
f.       Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal) diikat oleh kompetensi inti.
g.      Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu tema (SD). Dalam silabus tercantum seluruh KD untuk tema atau mata pelajaran di kelas tersebut.
h.      Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dikembangkan dari setiap KD yang untuk mata pelajaran dan kelas tersebut. 
Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
Proses pembelajaran Kurikulum 2013 terdiri atas pembelajaran intra-kurikuler dan pembelajaran ekstra-kurikuler;
1.      Pembelajaran intra kurikuler
Pembelajaran intra kurikuler adalah proses pembelajaran yang berkenaan dengan mata pelajaran dalam struktur kurikulum dan dilakukan di kelas, sekolah, dan masyarakat.
Pembelajaran didasarkan pada prinsip berikut :
a.       Proses pembelajaran intra-kurikuler Proses pembelajaran di SD/MI berdasarkan tema sedangkan di SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK/MAK berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan guru.
b.      Proses pembelajaran didasarkan atas prinsip pembelajaran siswa aktif untuk menguasai Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti pada tingkat yang memuaskan (excepted).

 Itulah macam- macam kurilukum tertulis atau bisa disebut denga kurikulum ideal. Karna dari kurikulum ini mereka memiliki tujuan dan cita-cita. Walupun pada akhirnya dari kurikulu-kurikulum ini selalu di perbaharui atau diganti sesuai kebutuhan dan mengikuti perkembangan zaman agar pendidikan di indonesia ini tidak tertinggal oleh zaman.
Lalu Kurikulum Aktual, yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. Namun demikian, kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal.
Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar.
Fungsi Kurikulum Ideal
Jadi, Kurikulum ideal adalah kurikulum yang diharapkan dapat dilaksanakan dan berfungsi sebagai acuan atau program guru dalam proses belajar mengajar. Karena kurikulum ini menjadi pedoman bagi guru maka kurikulum ini juga disebut kurikulum formal atau kurikulum tertulis (written curriculum). Namun dalam prakteknya pelaksanaan kurikulum ideal mengalami beberapa hambatan dalam pelaksanaanya. Diantaranya adalah sarana dan prasarana, kemampuan guru serta kebijaksanaan sekolah/kepala sekolah. Karena hal tersebut maka guru hanya bisa melakukan kurikulum sesuai dengan keadaan yang ada. Inilah yang disebut kurikulum Aktual. Semakin jauh jarak antara kurikulum ideal dengan aktual maka dapat diperkirakan makin buruklah kualitas pendidikan di sekolah tersebut demikian juga sebaliknya.

Secara etimologi, hidden curriculum berasal dari bahasa asing yaitu bahasa inggris yang terdiri dari dua kata yaitu hidden dan curriculum. Hidden artinya tersembunyi atau terselubung dan curriculum artinya kurikulum. The hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi atau kurikulum terselubung, secara umum dapat dideskripsikan sebagai hasil (sampingan) dari pendidikan dalam sekolah atau luar sekolah, khususnya hasil yang dipelajari tetapi tidak secara tersurat dicantumkan sebagai tujuan.

a.       Hakikat Kurikulum Tersembunyi
Terdapat dua terminologi mengenai kurikulum, yakni terminologi kurikulum eksplisit (tertulis) dan implisit (tidak tertulis) atau kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). Untuk pencapaian tujuan pendidikan terdapat hal-hal yang tidak terdokumentasikan/direncanakan/diprogramkan atau sifatnya tidak tertulis dan hal ini sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri. Hal-hal inilah yang disebut dengan kurikulum tersembunyi. Hal demikian sebagaimana yang diungkapkan oleh Dewey (dalam Marsh dan Willis, 1999:9 dalam Wahidmurni, 2009:2) bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik di bawah bimbingan pihak sekolah, baik pengalaman yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan. Sejumlah pengalaman yang kita kenal dengan hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi merupakan pengalaman yang tidak direncanakan/diprogramkan seperti mematuhi peraturan-peraturan sekolah, menjalankan ritual/acara keagamaan, mematuhi peraturan-peraturan lainnya.
Razali (Wahidmurni 2009:2) menyebut kurikulum tersembunyi “Karena aktivitas yang terlibat di dalam kurikulum ini tidak berstruktur, atau dengan kata lain tidak dirancang. Kebanyakan aktiviti kurikulum jenis ini berlaku di tempat pertemuan pelajar seperti pusat sukan, asrama, kantin, perpustakaan. Kurikulum tersembunyi ini dikenali sebagai soft skils atau kemahiran insaniah. Elemen-elemen di dalam kurikulum ini dizahirkan dan mempunyai suatu sistem dan struktur yang sistematis dan professional. Antara nilai atau kualiti yang dikategorikan sebagai kemahiran insaniah di sini adalah kualiti kepemimpinan, kualiti pembuatan keputusan dan penyelesaian masalah, kualiti daya pembelajaran, kualiti diri murni (tepat masa, hadir ke kelas, hantar tugasan tepat janji dan lain-lain) dan kualiti kerja berpasukan”.
Pelaksanaan kurikulum tersembunyi dalam KTSP dapat digolongkan dalam aktivitas pengembangan diri yang pelaksanaannya tidak terprogram. Dalam panduan KTSP untuk pengembangan diri tentang bentuk-bentuk pelaksanaan pengembangan diri dinyatakan bahwa bentuk-bentuk pelaksanaan pengembangan diri mencakup:
a)        Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan  layanan dan kegiatan pendukung konseling, serta kegiatan ekstra kurikuler
b)        Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut;
·         Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam, ibadah  khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri;
·         Spontan, adalah kegiatan yang tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran); dan
·          Keteladan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.

b.      Fungsi Kurikulum Tersembunyi
Walaupun kurikulum tersembunyi memberikan sejumlah besar pengetahuan pada siswa, ketidaksamaan yang diakibatkan kesenjangan antar kelas dan status sosial sering menimbulkan konotasi negatif. Sebagai cara dari kontrol sosial, kurikulum tersembunyi mempromosikan persetujuan terhadap nasib sosial tanpa meningkatkan penggunaan pertimbangan rasional dan reflektif. Kurikulum tersembunyi dapat juga diasosiasikan dengan penguatan ketidaksetaraan sosial, seperti terbukti dalam perkembangan hubungan yang berbeda terhadap modal yang berdasar pada jenis kerja dan aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan yang diterapkan pada siswa jadi berbeda-beda berdasarkan kelas sosialnya.
Sumber kurikulum tersembunyi sangat beragam, termasuk struktur sosial dari ruang kelas, latihan otoritas guru, aturan yang mengatur hubungan antara guru dan siswa, aktivitas belajar standar, penggunaan bahasa, buku teks, alat bantu audio-visual, berbagai perkakas, arsitektur, ukuran disiplin, daftar pelajaran, sistem pelacakan, dan prioritas kurikulum. Keragaman dalam sumber ini menghasilkan perbedaan yang ditemukan saat membandingkan suatu kurikulum tersembunyi dihubungkan dengan berbagai kelas dan status sosial.
Sementara materi aktual yang diserap siswa melalui kurikulum tersembunyi adalah sangat penting, orang yang menyampaikannya menghasilkan investigasi khusus. Hal tersebut terjadi terutama pada penyampaian pelajaran sosial dan moral dengan kurikulum tersembunyi, karena karakteristik moral dan ideologi guru dan figur otoritas lainnya diterjemahkan dalam pelajaran mereka, walau tidak disadarinya.
           
c.       Pendidikan Nilai dalam Pengembangan Kurikulum Tersembunyi
Hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi merupakan kurikulum yang berkembang secara alamiah atau tidak direncanakan secara khusus. Menurut Krathwohl (1964:112), proses pembentukan  dan pengembangan  nilai-nilai pada anak didik itu ada lima tahap :
a)      Receiving (menyimak dan menerima). Dalam hal ini anak menerima  secara aktif, artinya anak telah memilih untuk kemudiaj  menerima nilai. Jadi pada tahap ini anak baru menerima saja.
b)      Responding (menanggapi). Pada tahap ini anak sudah mulai bersedia menerima dan menanggapi secara aktif. Dalam hal ini ada tiga tahapan sendiri, yakni manut (menurut), bersedia menaggapi, dan puas dalam menaggapi.
c)      Valuing (memberi nilai), pada tahap ini anak sudah mulai mampu membangun persepsi dan kepercayaan terkait dengan nilai yang diterima. Pada tahap ini ada tiga tingkatan yakni : percaya terhadap nilai yang diterima, merasa terikat dengan nilai dipercayai, dan memiliki keterkaitan batin dengan nilai yang diterima.
d)     Organization, dimana anak mulai mengatur sistem nilai yang ia terima untuk ditata dalam dirinya dalam konteks perilaku.
e)      Characterization,  atau karakterisasi nilai yang ditandai dengan ketidakpuasan seseorang untuk mengorganisir sistem nilai yang diyakininya dalam hidupnya yang serba mapan, ajek, dan konsisten.
Dalam pendidikan nilai  diharapkan munculnya kesadaran pelaksanaan nilai-nilai positif dan menghindarkan nilai-nilai negatif.
D.    Implementasi Kurikulum Ideal, Kurikulum Aktual dan Kurikulum Tersembunyi
 Implemnetasi kurikulum adalah penerapan atau pelaksanaan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian diuji coba dengan pelaksanaan dan pengelolaan, dengan senantiasa dilakukan penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik perkembangan intelektual, emosional, serta fisiknya. Adapun tahapan implementasi kurikulum mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu:
         i.      Pengembangan program, mencakup program tahunan, semester, bulanan, mingguan, dan harian. Selain itu ada juga program bimbingan dan konseling atau program remedial.
       ii.      Pelaksanaan pembelajaran, pada hakikatnya pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik tersebut.
     iii.      Evaluasi, proses yang dilaksanakan sepanjang proses pelaksanaan kurikulum semester serta penilaian akhir formatif dan sumatif mencakup penilaian keseluruhan secara utuh untuk keperluan evaluasi pelaksaaan kurikulum.

Dengan tahap-tahap tersebut akan tercapai tujuan-tujuan kegiatan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Hal itu secara otomatis akan meningkatkan pemanfaatan dan penerapan kurikulum baik yang ideal maupun aktual.

Yang kita ketahui kurikulum tertulis seperti di Indonesia ini sering berubah- rubah. Hingga isi kurikulum itupun sering berubah sehingga pengaruh dari perubahan itu bisa  berdampak atau berpengaruh baik dan buruk bagi mutu pendidikan, namun kita lihat pengaruh dari isi kurikulum terhadap guru dan siswa dan bahkan terhadap bangsa Indonesia;
1.      Pengaruh terhadap guru :
·         Guru di tuntut meningkatkan kapasitasnya
Namun menurut Guru Besar UPI Prof Dr Nanang Fattah mengatakan demikian;Perubahan kurikulum tidak banyak membawa pengaruh. Terutama pada guru, cara mengajarnya tidak pernah berubah,”
·         Guru harus mampu beradaptasi
Yakni menerapkan metode dan strategi mengajar yang sesuai dengan aturan yang baru.
·         Guru juga mendapat peluang mendapat ilmu pengetahuan lebih banyak
2.      Pengaruh terhadap siswa
Ada dampak positif daan negatif terhadap siswa, yaitu :
Dimana dampak positifnya yaitu; Pelajar bisa belajar dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju tapi didukung dengan faktor-faktor seperti kepala sekolah, guru, tenaga pengajar,  siswa didik bahkan lembaga itu sendiri. Dimana kepala sekolah harus berhubungan baik dengan atasannya dan membina hubungan baik dengan bawahannya, lalu guru juga harus bermutu, maksudnya gurunya harus memberi pelajaran yang dapat dicerna oleh peserta didik, lalu siswa juga harus bermutu,maksudnya siswa dapat belajar dengan baik,giat belajar serta kritis dalam setiap pelajaran.
Dampak negatifnya adalah mutu pendidikan menurun dan perubahan kurikulum yang begitu cepat menimbulkan masalah-masalah baru seperti menurunya prestasi siswa, hal ini dikarenakan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran pada kurikulum yang baru. Perubahan ini juga berdampak pada sekolah dimana visi dan misi suatu sekolah yang sedang ingin dicapai terganggu dengan perubahan kurikulum tersebut. Dari dampak negatif ini akan muncul ketika antara kurikulum tertulis dan kurikulum tidak tertulis tidak memiliki suatu komunikasi yang baik atau tidak saling melengkapi. Karena dari kurikulum ideal dan aktual harus memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Seperti, kurikulum ideal isinya memberikan suatu patokan atau tujuan yang nantinya di dukung oleh kurikulum aktual yang baik dan tidak ketinggalan juga penggunaan kurikulum tersembunyi (hindden curriculum) seperti penggunaan isi kurikulum tersebut bagus makan maka peluang keberhasilan belajar siswa akan labih besar lagi pengaruhnya.



Pengaruh Positifnya yakni :  Mengenalkan terhadap kemajuan zaman, Menyesuaikan juga dengan menuntut perubahan zaman, Melengkapi kekurangan pada kurikulum sebelumnya.
Pengaruh Negatifnya, yaitu : SDM pendidik yang belum mampu menerapkan kurikulum sepenuhnya, Fasilitas yang kurang memadai, atau belum merata, Visi misi sekolah menjadi terganggu, SDM yang minim untuk bersaing dengan negara lain.
Bagaimanapun, perubahan kurikulum ini berdasarkan faktor-faktor yang mengharuskan adanya perubahan, misalnya seperti :
1.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat
2.      Pertumbuhan yang pesat dari penduduk dunia
3.      Pandangan Intelektual yang berubah
4.      Pemikiran baru mengenai proses belajar mengajar
5.      Perubahan dalam masyarakat
6.      Eksploitasi ilmu pengetahuan
Perbaikan kurikulum biasanya mengenai satu atau beberapa aspek dari kurikulum. Sedangkan perubahan kurikulum mengenai perubahan-perubahan dasarnya, baik mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. sebelum merubah kurikulum hendaknya diadakan penilaian tentang kurikulum yang sedang di jalankan.


BAB III

PENUTUP

Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran (Grayson 1997). Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran. Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Isi kurikulum hakikatnya terdiri atas bahan-bahan pengajaran dan berbagai pengalaman yang diperlukan dalam tercapainya tujuan pendidikan.  Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya, maka dikenal tiga macam kurikulum, yaitu kurikulum ideal, kurikulum aktual, dan kurikulum tersembunyi. Atau biasa disebut kurikulum tertulis dan kurikulum tidak tertulis tertulis. Kurikulum tertulis diantaranya kurikulum ideal dan kurikulum yang tidak tertulis ialah kurikulum tersembunyi (hidden curriculum).
Kurikulum ideal contohnya seperti Rentjana Pelajaran 1947, Rentjana Pelajaran Terurai 1952, Rentjana Pendidikan 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 (KBK),Kurikulum 2006 (KTSP), dan Kurikulum 2013. Karna dari macam-macam kurikulum ini mereka memiliki tujuan atau memiliki cit-cita dalam keberhasian belajar siswa. Dan dari isi kurikulum ini akan memberikan pengaruh terhadap siswa. Bisa berpengaruh positif atau negatif, tergantung bagaimana cara menyampaikan isi tersebut atau isi dari kurikulum itu berubah atau tidak berubah dari waktu kewaktu. Dimana dampak atau pengruh dari isi kurikulum :
Positifnya yaitu; Pelajar bisa belajar dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju tapi didukung dengan faktor-faktor seperti kepala sekolah, guru, tenaga pengajar,  siswa didik bahkan lembaga itu sendiri.
Negatifnya adalah mutu pendidikan menurun dan perubahan kurikulum yang begitu cepat menimbulkan masalah-masalah baru seperti menurunya prestasi siswa, hal ini dikarenakan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran pada kurikulum yang baru. Dan pengaruh negatif ini akan muncul ketika antara kurikulum tertulis dan kurikulum tidak tertulis tidak memiliki suatu komunikasi yang baik atau tidak saling melengkapi. Karena dari kurikulum ideal dan aktual harus memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Seperti, kurikulum ideal isinya memberikan suatu patokan atau tujuan yang nantinya di dukung oleh kurikulum aktual yang baik dan tidak ketinggalan juga penggunaan kurikulum tersembunyi (hindden curriculum) seperti penggunaan isi kurikulum, penyampaiannya dan penggunaan hindden curriculum dengan waktu yang tepat tersebut bagus maka peluang keberhasilan belajar siswa akan labih besar lagi pengaruhnya.




DAFTAR PUSTAKA


Muhammad Zaini. Pengembangan Kurikulum. (Yogyakarta : TERAS, 2009). hlm.167-170
https://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013
 (Diakses tanggal 14 Nov 2017. 21.02 WIB
Hernawan, Asep, dkk. (2008). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sukmadinata, Nana S. (2009). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT. RemajaRosdakarya Offset.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN ( IAD )

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN Diajukan untuk memenuhi tugas perkuliahan mata ku...