BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Masalah
Komunikasi
merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain,
akan tetapi dalam kenyataannya bahwa proses komunikasi itu tidak selama lancar.
Pendidikan
merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu
negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru dan
siswa, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses
pembelajaran.
Dalam
konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakankegiatan
pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkatn aturan dan
rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Akan tetapi masih
banyak tenaga pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton
dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku
dan didominasi oleh sang guru.
Dalam
hal ini, diperlukan guru kreatif yang dalam proses belajar-mengajar, komunikasi
bukan sekedar penting atau tidak, tetapi komunikasi yang memberikan pengaruh
baik, bukan hanya pada efektifitas pengajaran, kemampuan anak didik untuk
mengerti tetapi komunikasi yang akan berdampak baik pada sikap, perilaku,
mental dan cara berpikir di masa depan anak-anak peserta didik.
Semoga
makalah yang sederhana ini bisa memberi sedikit masukkan kepada calon guru atau
guru-guru di Indonesia khususnya.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa yang mendorong kita
berkomunikasi dalam proses pembelajaran?
2. Apa Fungsi Komunikasi Pembelajaran
dalam Pendidikan Pembelajaran?\
C.
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui faktor yang
mendorong kita untuk melakukan kominikasi dalam pembelajaran.
2. Untuk mengetahui fungsi komunikasi
dalam pendidikan pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Komunikasi Pembelajaran
Komunikasi
Kata
komunikasi berasal dari kata latin cum, yaitu kata depan yang berarti
“dengan” dan “bersama dengan”, dan unus, yaitu kata bilangan yang
berarti “satu”. Dari kedua kata itu terbentuk kata benda communio yang
dalam bahasa Inggris menjadi communion dan berarti “kebersamaan,
persatuan, persekutuan, gabungan, pergaulan, hubungan”.
Pembelajaran
Pembelajaran
berasal dari kata dasar belajar, hal yang telah kita lakukan sedari kecil.
Bahkan sebenarnya kita sudah belajar sedari lahir, belajar makan, minum, berjalan,
dan lain sebagainya. Belajar bukan saja proses formal di kelas, namun proses
mempelajari segala sesuatu yang dirasa penting dan bermanfaat untuk berbagai
elemen dalam kehidupan. (Baca juga: Komunikasi Pemerintahan)
Pembelajaran
sendiri merupakan proses yang membutuhkan interaksi antara pengajar dan
pembelajar, dimana pengajar menyampaikan materi atau hal-hal yang ingin
diajarkan. Sedangkan pembelajar akan menerima atau menangkap materi tersebut
untuk dipahami sesuai dengan pemahamannya.
Proses
pembelajaran merupakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian
pesan tertentu dari sumber belajar (misalnya guru, instruktur, media
pembelajaran,dll.) kepada penerima (peserta belajar, murid, dsb), dengan tujuan
agar pesan (berupa topik-topik dalam mata pelajaran tertentu) dapat diterima
(menjadi milik, di-shared) oleh peserta didik / murid-murid.
Kesadaran
yang demikian ini tidaklah dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan yang telah
berlangsung dari abad ke abad, melainkan baru terjadi pada sekitar tahun
1950-an, pada waktu Berlo mengembangkan suatu model komunikasi yang disebutnya
SMCR, singkatan dari Source, Message,
Channel dan Receiver. Adanya
kesadaran bahwa proses belajar dan pembelajaran adalah merupakan proses
komunikasi membawa implikasi-implikasi yang sangat penting dan mendasar bagi
penyelenggaraan dan pelaksanaan serta hakikat proses belajar dan pembelajaran
itu sendiri.
2. FUNGSI-FUNGSI
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN : Menurut Pakar Komunikasi
A.
Menurut Thomas M. Scheidel
Kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan
dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak social dengan orang di sekitar
kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau
berperilaku seperti yang kita inginkan.
B. Menurut
Gordon I. Zimmerman et al
Tujuan
komunikasi dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kita berkomunikasi
untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita – untuk
memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaran kita akan
lingkungan, dan menikmati hidup. Kedua, kita berkomunikasi untuk
menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain.
C. Menurut
Rudolf F. Verderber
Komunikasi
mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi social, yakni untuk tujuan
kesenangan, untuk menunjukan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara
hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu, seperti: apa yang
akan kita makan pagi hari, apakah kita akan kuliah atau tidak, bagaimana
belajar menghadapi tes.
D. Menurut Judy
C. Pearson dan Paul E. Nelson
Komunikasi
mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup
diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi,
menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. Kedua,
untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan
sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.
3.
FUNGSI-FUNGSI
KOMUNIKASI
Dalam dunia pendidikan,
komunikasi mempunyai beberapa fungsi. Hal ini sebagaimana yang telah
dikemukakan oleh Affandi bahwa fungsi komunikasi adalah sebagai berikut:
a. Fungsi
Informatif (menyampaikan informasi)
Komunikasi
berfungsi untuk memberikan keterangan, data, maupun informasi lain yang berguna
bagi kehidupan manusia.
b. Fungsi
Edukatif
Komunikasi
berfungsi mendidik masyarakat, mendidik setiap orang dalam menuju pencapaian kedewasaan
bermandiri. Seseorang bisa banyak tahu karena banyak mendengar, banyak membaca,
dan banyak berkomunikasi.
c. Fungsi
Persuasif (mempengaruhi dan dipengaruhi orang)
Komunikasi
sanggup membujuk orang untuk berperilaku sesuai dengan kehendak yang diinginkan
oleh komunikator. Membangkitkan pengertian dan kesadaran komunikan, baik
bersifat motifasi maupun bimbingan, bahwa apa yang kita sampaikan akan
memberikan perubahan sikap, tetapi berubahnya adalah atas kehendak diri sendiri
(bukan hasil pemaksaan). Perubahan tersebut diterima atas kesadaran sendiri.
d. Fungsi
Rekreatif
Dapat
menghibur orang pada saat yang memungkinkan. Seperti mendengarkan dongeng,
membaca bacaan ringan, dsb. Hal ini dapat memberikan refleksi kepada pikiran
para peserta didik yang mungkin jenuh dengan pelajaran yang dianggap mereka
berat.
4.
FUNGSI
KOMUNIKASI PEMBELAJARAN
Setelah
memahami mengenai komunikasi pembelajaran, sekarang kita akan membahas apa saja
fungsi dari proses komunikasi pembelajaran itu sendiri. Komunikasi pembelajaran
memiliki empat fungsi, yaitu:
A. Sosial
Dalam fungsi sosial, komunikasi
pembelajaran berperan sebagai elemen yang berpengaruh dalam kehidupan dan
lingkup sosial masyarakat. Komunikasi pembelajaran membantu membentuk konsep
diri, aktualisasi diri, serta membangun hubungan baik satu sama lain.
Fungsi sosial ini bukan hanya
terjadi antara pengajar dan pembelajar, namun juga antara sesama pembelajar.
Terlebih lagi mereka memiliki status dan pengalaman yang sama yaitu sebagai
orang yang sedang belajar, tentunya proses hubungan sosial akan lebih terbentuk
diantara mereka.
B. Ekspresif
Komunikasi berperan untuk menjadikan
manusia lebih ekspresif dalam mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan.
Komunikasi pembelajaran dalam konteks ini mendukung seseorang untuk lebih
ekspresif dalam menyampaikan gagasan dan pemikiran-pemikiran yang dimilikinya,
terutama dalam bidang pendidikan. Dengan begitu, akan terjalin proses berbagi
atau sharing dalam pembelajaran yang dapat menambah
pengetahuan dan pemahaman bagi semua pihak.
C. Ritual
Komunikasi berfungsi sebagai proses
ritual yang sering terjadi dalam masyarakat. Dalam konteks komunikasi
pembelajaran, komunikasi memunculkan keberadaan ritual dalam pengajaran.
Misalnya, pembelajar harus berlaku sopan dan menghormati para pengajar. Dalam
hal ini, jelas terlihat dari proses komunikasi bagaimana cara pembelajar
berbicara kepada pengajar, baik dari segi verbal maupun non-verbal.
D. Instrumental
Fungsi instrumental dalam komunikasi
adalah bagaimana komunikasi berperan untuk menyampaikan informasi dan memiliki
aspek persuasif untuk membuat pendengar mempercayai apa yang disampaikan. Hal
ini tentunya sejalan dengan peranan komunikasi pembelajaran yang bertujuan
untuk menerangkan, memberi tahu, dan membuat paham si pembelajar.
Fungsi instrumental ini banyak
dilakukan oleh pengajar, karena pengajar ini yang lebih banyak memberikan
informasi dan pengajaran kepada pembelajar.
5.
KOMUNIKASI PADA
PROSES MENGAJAR
Ada
beberapa komponen-komponen penting yang menentukan keberhasilan komunikasi
dalam proses belajar mengajar, yaitu Pertama; guru sebagai komunikan dan
sumber yang menyampaikan informasi tertentu kepada anak didik. Kedua;
pengkodean (Encoding) adalah pengirim mengkodean informasi yang akan
disampaikan ke dalam symbol atau isyarat. Ketiga; pesan (massage), pesan dapat
dalam segala bentuk biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih
dari indra penerima. Keempat; saluran (chanel) adalah
cara mentrasmisikan pesan, misal kertas untuk surat, udara untuk kata-kata yang
diucapkan dan Kelima; adalah peserta didik sebagai penerima (recaiver) yakni
orang yang menafsirkan pesan penerima, jika pesan tidak disampaikan kepada penerima
maka komunikasi tidak akan terjadi.
Penafsiran
kode (decoding) adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan
menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Jika semakin tepat
penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh penerima, Maka semakin
efektif komunikasi yang terjadi. Umpan
balik (feedback) adalah pembalikan dari proses komunikasi dimana reaksi
komunikasi pengirim dinyatakan.
Proses
sederhana diatas, menjadi tidak sederhana pada prakteknya karena adanya
gangguan pada massage dan chanel yang terbentuk terkadang menimbulkan distorsi
yang penyebabnya sangat beragam dan sangat subjektif. Misalnya hanya karena seorang peserta didik
tidak suka pada cara gurunya tersenyum, mungkin saja kemudian berdampak pada
semua komunikasi yang terjadi antara si guru dan peserta didiknya menjadi
hambar dan distorsi makna kemana-mana.
Komunikasi Penentu Suksesnya
Pengajaran Seorang Guru
Ada
banyak guru dalam aktifitas yang sama setiap saat, yakni mengajar didepan
kelas. Diantara sekian banyak guru mungkin hanya beberapa dimata para peserta
didik yang tergolong guru yang menyenangkan. Kekuatan seorang guru dalam
pengajaran sangat dipengaruhi oleh komunikasi efektif yang dipraktekkan
dikelas-kelas.
Peserta
didik begitu asik dengan setiap kata dan cerita yang dikembangkan sang guru.
Mereka seperti tersirap dalam alunan melodi indah yang mengasikkan. Disaat
seperti ini maka pengajaran apapun yang disampaikan sang guru, peserta didik
memiliki kemudahan untuk menangkapnya.
Apa
rahasianya? Komunikasi yang mampu menciptakan persamaan makna dan rasa yang
sama antara guru dan peserta didik yang mengantarkan situasi tersebut. Problem
utama komunikasi demikian tidak bisa dipelajari dengan ilmu dan logika,
kemampuan tersebut hasil olah dan kreasi mental dan keterampilan berkomunikasi
guru yang telah ditempa bertahun-tahun.
Menurut
pakar American Management Association
ada 10 hal mendasar jika ingin berkomunikasi dengan baik, yaitu:
(1)
jelaskan konsep/ide anda sebelum berkomunikasi,
(2)
pahami tujuan sebenarnya dalam komunikasi,
(3)
pertimbangkan suasana lingkungan dan waktu,
(4)
hubungan antar pihak,
(5)
waspada atas nada dan isi berita,
(6)
komunikasikan seseorang yang bernilai bagi penerima,
(7)
tindak lanjut komunikasi,
(8)
komunikasi untuk waktu yang akan datang pula,
(9)
tindakan konsisten dengan kata, dan
(10)
menjadilah pendengar yang baik.
Jika
seorang guru mampu memenuhi 10 hal mendasar tersebut, tentu komunikasi yang
dikembangkan dikelas-kelas akan memberi dampak baik pada pengajarannya dan
peserta didik.
Hal
tersulit dalam komunikasi dengan 10 hal mendasar diatas adalah kemampuan
membangun hubungan dengan peserta didik, tindak lanjut komunikasi, konsistensi
dan disaat sang guru harus menjadi pendengar yang baik.
Pada
beberapa hal mendasar ini guru membutuhkan memahami konsep diri dengan ditambah
pemahaman pendekatan psikologi perilaku yang memadai. Jika keberhasilan
komunikasi sudah terjalin pada sebuah kelas, hal tersebut belum tentu dapat
dipraktekkan pada kelas yang berbeda. Guru membutuhkan kembali kemampuan
membangun hubungan antara peserta didik dengan dirinya. Karena perbedaan
perilaku dan karakter pada setiap peserta didik, guru dituntut lebih untuk
memiliki kemampuan praktek psikologi dasar tentang perilaku manusia.
Maka
dalam proses komunikasi, terdapat beberapa elemen penting yang sangat berperan
dalam penyampaian pesan. Elemen-elemen tersebut adalah:
Source,
yaitu sumber pesan. Sumber pesan dapat berupa manusia lain atau media massa,
dan merupakan pihak yang memiliki dan menyampaikan isi pesan.
Message,
yaitu pesan yang disampaikan dan dapat berupa ucapan verbal, elemen non-verbal,
dan isyarat lainnya. Pesan ini dapat berisi informasi, ide, maupun nilai-nilai
yang dimiliki source dan ingin disampaikan kepada pihak lain.
Receiver,
yaitu penerima pesan. Receiver merupakan pihak yang menerima pesan yang
disampaikan oleh source, namun penerimaan makna pesan dapat berbeda dengan apa
yang diharapkan. Hal ini karena bergantung lagi kepada kondisi, pengalaman, dan
persepsi yang dimiliki receiver.
Channel,
yaitu alat, saluran atau media yang digunakan source dalam menyampaikan pesan
kepada receiver.
Noise,
yaitu gangguan yang menghambat proses komunikasi. Noise ini dapat berupa
kondisi lingkungan sekitar atau kondisi internal dari penerima pesan.
Feedback,
yaitu respon yang diberikan receiver kepada source atas pesan yang diterimanya.
Namun tidak semua proses komunikasi dapat mendapatkan feedback, apalagi
komunikasi satu arah. Feedback dapat ditemukan kemungkinan besar pada
komunikasi yang bersifat dua arah.
6.
MANAJEMEN
PENDIDIKAN
Komunikasi
yang baik akan memudahkan seseorang dalam melangsungkan pendidikan. Pendidikan
tidak hanya berbentuk sekolah formal, pendidikan dapat diperoleh melalui
seminar, pengalaman baru, dan bentuk lainnya yang tidak didapatkan dibangku
sekolah. Orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik didasari
dengan adanya manajemen didalamnya. Manajemen merupakan suatu strategi yang
digunakan oleh seseorang dalam melakukan proses pekerjaan.
Manajemen
pendidikan adalah strategi yang dilakukan dalam bidang pendidikan untuk
mencapai tujuan tertentu. Manajemen pendidikan ini ditujukan untuk memberi
kemudahan seseorang dalam proses kegiatan seperti adanya sebuah perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, sampai dengan mencapai tujuan. Manajemen dalam
pendidikan ini juga mengandalkan komunikasi. Komunikasi yang efektif dapat
berdampak pada perkembangan suatu pendidikan seseorang menjadi lebih baik.
Adapun
fungsi dari komunikasi dalam manajemen pendidikan adalah sebagai berikut:
A. Pengendali
Fungsi komunikasi dalam
manajemen yang pertama adalah sebagai pengendali antara guru dengan murid
maupun kepala sekolah dengan guru. Pengendalian dalam pendidikan dapat
dilakukan melalui komunikasi yang intensif antara guru, murid, dan kepala
sekolah.
Tujuan lainnya adalah
agar seorang guru dapat mengontrol perilaku dan pola pikir murid-muridnya,
sedangkan komunikasi yang dilakukan dari kepala sekolah kepada gurunya adalah
sebagai pengontrol kegiatan guru.
B. Koordinasi
Koordinasi yaitu
mengatur sedemikian rupa suatu organisasi agar terorganisir atau kegiatan yang
dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Komunikasi yang berperan
sebagai manajemen dalam pendidikan ini berfungsi sebagai pengordinasi hubungan
antara kepala sekolah dengan guru dan staf sekolah, guru dengan murid, maupun
wali murid dengan guru atau kepala sekolah.
C. Laporan
Komunikasi dalam
manajemen pendidikan ini berfungsi sebagai laporan antara guru dengan kepala
sekolah. Akan tetapi komunikasi dalam pendidikan ini juga sering digunakan oleh
guru sebagai laporan mengenai kegiatan dan perkembangan anak di sekolah kepada
wali murid. Laporan ini bertujuan untuk mengevaluasi seorang murid agar mampu
meningkatkan prestasinya dalam pendidikan.
D. Pengaturan
Anggota
Pengaturan anggota dalam
komunikasi pendidikan ini dilakukan oleh seorang kepala sekolah karena kepala
sekolah memiliki wewenang penuh terhadap lingkungan sekolah. Pengaturan anggota
sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan
kinerja para tenaga pengajar dalam suatu sekolah.
Pendidikan yang
disampaikan berupa pendidikan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku serta
sistem mengajar juga diaplikasikan dengan baik kepada murid.
E. Pencapaian
Tujuan
Fungsi utama komunikasi
dalam manajemen pendidikan adalah memudahkan seorang pemimpin berserta tenaga
kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi yang baik
dapat memaksimalkan sistem manajemen yang ada di lingkungan sekolah baik
manajemen pada sistem kerja, waktu, dan lain sebagainya.
F. Memotivasi
Komunikasi yang
intensif antara guru dengan murid dapat menjalin kedekatan dan harmonisnya
suatu hubungan. Selain itu, komunikasi yang baik dapat memotivasi seorang murid
dalam kegiatan belajar mengajar. Memotivasi seorang murid merupakan tugas utama
seorang guru. Memotivasi menjadi salah satu fungsi komunikasi dalam manajemen
pendidikan.
G. Penyeleksi
Informasi
Fungsi yang terakhir
adalah komunikasi dalam pendidikan mampu memberikan informasi kepada murid
maupun tenaga pendidikan lainnya. Manajemen dalam dunia pendidikan berfungsi
untuk menyeleksi informasi apa saja yang boleh dikonsumsi oleh murid dan
informasi apa saja yang tidak boleh dikonsumsi. Kebutuhan informasi antara
murid dengan tenaga kerja pendidikan tentu berbeda. Manajemen pendidikan ini
memudahkan seseorang dalam menyeleksi informasi yang bermutu.
Prinsip Dasar Komunikasi Pembelajaran
Setelah
memahami apa itu komunikasi dan pembelajaran dan fungsinya, maka ada baiknya
kita mengetahui prinsip dasar dalam komunikasi pembelajaran.
Hal
ini menunjukkan bahwa erat kaitannya antara komunikasi dengan pembelajaran,
yang mana untuk menghasilkan proses pembelajaran yang efektif maka diperlukan
proses komunikasi yang efektif juga. Baik pengajar maupun pembelajar perlu
menyamakan pandangan untuk mendapatkan kesamaan makna dan isi dari proses
pembelajaran itu. Selain itu, proses pembelajaran juga perlu memaksimalkan
elemen dalam komunikasi serta menjalankan prinsip dasar komunikasi.
Berikut adalah beberapa prinsip dasar komunikasi yang dapat
dilakukan guna menghasilkan komunikasi pembelajaran yang efektif:
- Menyamakan Persepsi
Dalam proses komunikasi pembelajaran, melakukan persamaan
persepsi sangatlah penting. Hal ini supaya pengajar dan pembelajar sama-sama
memiliki kesamaan pandangan, terutama terkait hal yang akan dipelajari. Kalau
persepsi mereka terlalu berbeda, akan sulit menyampaikan isi pembelajaran yang
dapat dipahami dan diterima dengan baik.
- Melatih Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah salah satu komponen komunikasi yang
banyak digunakan dan paling terlihat diantara komponen komunikasi lainnya.
Orang-orang yang memiliki peran dalam proses pembelajaran, terutama para
pengajar, perlu mengasah kemampuan komunikasi verbal mereka. Hal ini supaya apa
yang mereka sampaikan dapat lebih dipahami oleh pembelajar, dan tidak
menimbulkan kesalahpahaman atau menyebabkan pemahaman yang tidak sesuai.
- Melatih Komunikasi Non-Verbal
Selain komunikasi verbal, komunikasi non-verbal adalah
komponen komunikasi yang teramat penting. Komunikasi non-verbal acapkali tidak
terlihat dengan jelas, karena banyak berupa simbol dan isyarat tertentu. Karena
itulah, semua pihak dalam proses komunikasi pembelajaran perlu mengasah lagi
kemampuan komunikasi non-verbal mereka untuk mendukung kelancaran dan
keefektifan pemahaman belajar.
- Mendengarkan Dengan Baik
Mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi
secara keseluruhan, juga dalam komunikasi pembelajaran tentunya. Terutama bagi
pembelajar, perlu untuk mendengarkan dengan baik supaya dapat memahami materi
atau hal yang diajarkan oleh pengajar. Namun tentunya pengajar juga perlu
mendengarkan dengan baik mengenai pendapat pembelajar, supaya dapat memahami
bagaimana cara pengajaran yang efektif dan efisien.
- Memberikan Respon dengan Baik
Selain mendengarkan, pembelajar juga perlu memberikan respon
yang baik terhadap apa yang diterimanya. Respon yang baik bukan sekedar bilang
paham atas apa yang diajarkan, namun juga menyatakan secara langsung kalau
belum paham. Dengan begitu, pengajar dapat mengoreksi lagi caranya mengajarkan
dan berusaha untuk menyampaikan dengan lebih baik.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
KESIMPULAN
Pendidikan
merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa
suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru dan
siswa, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses
pembelajaran.
Fungsi
komunikasi pendidikan pembelajaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu :
1. Sosial
2. Ekspresif
3. Ritual
4. Instrumental
Dan itu senada dengan pendapat dari
tokoh dari B.Menurut Gordon I. Zimmerman et al, bahwa tujuan komunikasi dibagi
menjadi dua kategori. Pertama, kita
berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita
– untuk memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaran
kita akan lingkungan, dan menikmati hidup. Kedua,
kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain.
Namun setelah memahami fungsi komunikasi
pembelajaran, tentu kita harus mengetahui prinsip dasar komunikasi seperti yang
sudah di jelaskan di atas. Agar terjalin komunikasi yang baik dan bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Blog, Henique.
Komunikasi Pendidikan. Diakses dari:
bloghenique.blogspot.com/2012/02/komunikasi-pendidikan.html
pada 15 November 2013. 10.30 WIB
Jumat,
05 Agustus 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar