Rabu, 28 Agustus 2019

KOMUNIKASI PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, akan tetapi dalam kenyataannya bahwa proses komunikasi itu tidak selama lancar.
Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru dan siswa, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran.
Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakankegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkatn aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum. Akan tetapi masih banyak tenaga pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru.
Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dalam proses belajar-mengajar, komunikasi bukan sekedar penting atau tidak, tetapi komunikasi yang memberikan pengaruh baik, bukan hanya pada efektifitas pengajaran, kemampuan anak didik untuk mengerti tetapi komunikasi yang akan berdampak baik pada sikap, perilaku, mental dan cara berpikir di masa depan anak-anak peserta didik.
Semoga makalah yang sederhana ini bisa memberi sedikit masukkan kepada calon guru atau guru-guru di Indonesia khususnya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang mendorong kita berkomunikasi dalam proses pembelajaran?
2.      Apa Fungsi Komunikasi Pembelajaran dalam Pendidikan Pembelajaran?\
C.     Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui faktor yang mendorong kita untuk melakukan kominikasi dalam pembelajaran.
2.      Untuk mengetahui fungsi komunikasi dalam pendidikan pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Komunikasi Pembelajaran

Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari kata latin cum, yaitu kata depan yang berarti “dengan” dan “bersama dengan”, dan unus, yaitu kata bilangan yang berarti “satu”. Dari kedua kata itu terbentuk kata benda communio yang dalam bahasa Inggris menjadi communion dan berarti “kebersamaan, persatuan, persekutuan, gabungan, pergaulan, hubungan”.

Pembelajaran
Pembelajaran berasal dari kata dasar belajar, hal yang telah kita lakukan sedari kecil. Bahkan sebenarnya kita sudah belajar sedari lahir, belajar makan, minum, berjalan, dan lain sebagainya. Belajar bukan saja proses formal di kelas, namun proses mempelajari segala sesuatu yang dirasa penting dan bermanfaat untuk berbagai elemen dalam kehidupan. (Baca juga: Komunikasi Pemerintahan)
Pembelajaran sendiri merupakan proses yang membutuhkan interaksi antara pengajar dan pembelajar, dimana pengajar menyampaikan materi atau hal-hal yang ingin diajarkan. Sedangkan pembelajar akan menerima atau menangkap materi tersebut untuk dipahami sesuai dengan pemahamannya.

Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian pesan tertentu dari sumber belajar (misalnya guru, instruktur, media pembelajaran,dll.) kepada penerima (peserta belajar, murid, dsb), dengan tujuan agar pesan (berupa topik-topik dalam mata pelajaran tertentu) dapat diterima (menjadi milik, di-shared) oleh peserta didik / murid-murid.
Kesadaran yang demikian ini tidaklah dijumpai dalam penyelenggaraan pendidikan yang telah berlangsung dari abad ke abad, melainkan baru terjadi pada sekitar tahun 1950-an, pada waktu Berlo mengembangkan suatu model komunikasi yang disebutnya SMCR, singkatan dari Source, Message, Channel dan Receiver. Adanya kesadaran bahwa proses belajar dan pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi membawa implikasi-implikasi yang sangat penting dan mendasar bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan serta hakikat proses belajar dan pembelajaran itu sendiri.


2.      FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN : Menurut Pakar Komunikasi
A.    Menurut Thomas M. Scheidel
       Kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak social dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berpikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan.
B.     Menurut Gordon I. Zimmerman et al
Tujuan komunikasi dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita – untuk memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup. Kedua, kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain.
C.     Menurut Rudolf F. Verderber
            Komunikasi mempunyai dua fungsi. Pertama, fungsi social, yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada saat tertentu, seperti: apa yang akan kita makan pagi hari, apakah kita akan kuliah atau tidak, bagaimana belajar menghadapi tes.
D.    Menurut Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson
Komunikasi mempunyai dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi: keselamatan fisik, meningkatkan kesadaran pribadi, menampilkan diri kita sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.


3.      FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI

Dalam dunia pendidikan, komunikasi mempunyai beberapa fungsi. Hal ini sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Affandi bahwa fungsi komunikasi adalah sebagai berikut:

a.       Fungsi Informatif (menyampaikan informasi)
Komunikasi berfungsi untuk memberikan keterangan, data, maupun informasi lain yang berguna bagi kehidupan manusia.
b.      Fungsi Edukatif
Komunikasi berfungsi mendidik masyarakat, mendidik setiap orang dalam menuju pencapaian kedewasaan bermandiri. Seseorang bisa banyak tahu karena banyak mendengar, banyak membaca, dan banyak berkomunikasi.
c.       Fungsi Persuasif (mempengaruhi dan dipengaruhi orang)
Komunikasi sanggup membujuk orang untuk berperilaku sesuai dengan kehendak yang diinginkan oleh komunikator. Membangkitkan pengertian dan kesadaran komunikan, baik bersifat motifasi maupun bimbingan, bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi berubahnya adalah atas kehendak diri sendiri (bukan hasil pemaksaan). Perubahan tersebut diterima atas kesadaran sendiri.
d.      Fungsi Rekreatif
Dapat menghibur orang pada saat yang memungkinkan. Seperti mendengarkan dongeng, membaca bacaan ringan, dsb. Hal ini dapat memberikan refleksi kepada pikiran para peserta didik yang mungkin jenuh dengan pelajaran yang dianggap mereka berat.

4.      FUNGSI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN

Setelah memahami mengenai komunikasi pembelajaran, sekarang kita akan membahas apa saja fungsi dari proses komunikasi pembelajaran itu sendiri. Komunikasi pembelajaran memiliki empat fungsi, yaitu:

A.    Sosial
Dalam fungsi sosial, komunikasi pembelajaran berperan sebagai elemen yang berpengaruh dalam kehidupan dan lingkup sosial masyarakat. Komunikasi pembelajaran membantu membentuk konsep diri, aktualisasi diri, serta membangun hubungan baik satu sama lain.
Fungsi sosial ini bukan hanya terjadi antara pengajar dan pembelajar, namun juga antara sesama pembelajar. Terlebih lagi mereka memiliki status dan pengalaman yang sama yaitu sebagai orang yang sedang belajar, tentunya proses hubungan sosial akan lebih terbentuk diantara mereka.

B.     Ekspresif
Komunikasi berperan untuk menjadikan manusia lebih ekspresif dalam mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan. Komunikasi pembelajaran dalam konteks ini mendukung seseorang untuk lebih ekspresif dalam menyampaikan gagasan dan pemikiran-pemikiran yang dimilikinya, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan begitu, akan terjalin proses berbagi atau sharing dalam pembelajaran yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman bagi semua pihak.

C.     Ritual
Komunikasi berfungsi sebagai proses ritual yang sering terjadi dalam masyarakat. Dalam konteks komunikasi pembelajaran, komunikasi memunculkan keberadaan ritual dalam pengajaran. Misalnya, pembelajar harus berlaku sopan dan menghormati para pengajar. Dalam hal ini, jelas terlihat dari proses komunikasi bagaimana cara pembelajar berbicara kepada pengajar, baik dari segi verbal maupun non-verbal.

D.    Instrumental
Fungsi instrumental dalam komunikasi adalah bagaimana komunikasi berperan untuk menyampaikan informasi dan memiliki aspek persuasif untuk membuat pendengar mempercayai apa yang disampaikan. Hal ini tentunya sejalan dengan peranan komunikasi pembelajaran yang bertujuan untuk menerangkan, memberi tahu, dan membuat paham si pembelajar.
Fungsi instrumental ini banyak dilakukan oleh pengajar, karena pengajar ini yang lebih banyak memberikan informasi dan pengajaran kepada pembelajar.

5.      KOMUNIKASI PADA PROSES MENGAJAR

Ada beberapa komponen-komponen penting yang menentukan keberhasilan komunikasi dalam proses belajar mengajar, yaitu Pertama; guru sebagai komunikan dan sumber yang menyampaikan informasi tertentu kepada anak didik. Kedua; pengkodean (Encoding) adalah pengirim mengkodean informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat. Ketiga; pesan (massage), pesan dapat dalam segala bentuk biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima. Keempat; saluran (chanel) adalah cara mentrasmisikan pesan, misal kertas untuk surat, udara untuk kata-kata yang diucapkan dan Kelima; adalah peserta didik sebagai penerima (recaiver) yakni orang yang menafsirkan pesan penerima, jika pesan tidak disampaikan kepada penerima maka komunikasi tidak akan terjadi.
Penafsiran kode (decoding) adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Jika semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh penerima, Maka semakin efektif komunikasi yang terjadi.  Umpan balik (feedback) adalah pembalikan dari proses komunikasi dimana reaksi komunikasi pengirim dinyatakan.

Proses sederhana diatas, menjadi tidak sederhana pada prakteknya karena adanya gangguan pada massage dan chanel yang terbentuk terkadang menimbulkan distorsi yang penyebabnya sangat beragam dan sangat subjektif.  Misalnya hanya karena seorang peserta didik tidak suka pada cara gurunya tersenyum, mungkin saja kemudian berdampak pada semua komunikasi yang terjadi antara si guru dan peserta didiknya menjadi hambar dan distorsi makna kemana-mana.


Komunikasi Penentu Suksesnya Pengajaran Seorang Guru

Ada banyak guru dalam aktifitas yang sama setiap saat, yakni mengajar didepan kelas. Diantara sekian banyak guru mungkin hanya beberapa dimata para peserta didik yang tergolong guru yang menyenangkan. Kekuatan seorang guru dalam pengajaran sangat dipengaruhi oleh komunikasi efektif yang dipraktekkan dikelas-kelas.
Peserta didik begitu asik dengan setiap kata dan cerita yang dikembangkan sang guru. Mereka seperti tersirap dalam alunan melodi indah yang mengasikkan. Disaat seperti ini maka pengajaran apapun yang disampaikan sang guru, peserta didik memiliki kemudahan untuk menangkapnya.

Apa rahasianya? Komunikasi yang mampu menciptakan persamaan makna dan rasa yang sama antara guru dan peserta didik yang mengantarkan situasi tersebut. Problem utama komunikasi demikian tidak bisa dipelajari dengan ilmu dan logika, kemampuan tersebut hasil olah dan kreasi mental dan keterampilan berkomunikasi guru yang telah ditempa bertahun-tahun.

Menurut pakar American Management Association ada 10 hal mendasar jika ingin berkomunikasi dengan baik, yaitu:
(1) jelaskan konsep/ide anda sebelum berkomunikasi,
(2) pahami tujuan sebenarnya dalam komunikasi,
(3) pertimbangkan suasana lingkungan dan waktu,
(4) hubungan antar pihak, 
(5) waspada atas nada dan isi berita,
(6) komunikasikan seseorang yang bernilai bagi penerima,
(7) tindak lanjut komunikasi,
(8) komunikasi untuk waktu yang akan datang pula,
(9) tindakan konsisten dengan kata, dan
(10) menjadilah pendengar yang baik. 
Jika seorang guru mampu memenuhi 10 hal mendasar tersebut, tentu komunikasi yang dikembangkan dikelas-kelas akan memberi dampak baik pada pengajarannya dan peserta didik.

Hal tersulit dalam komunikasi dengan 10 hal mendasar diatas adalah kemampuan membangun hubungan dengan peserta didik, tindak lanjut komunikasi, konsistensi dan disaat sang guru harus menjadi pendengar yang baik.
Pada beberapa hal mendasar ini guru membutuhkan memahami konsep diri dengan ditambah pemahaman pendekatan psikologi perilaku yang memadai. Jika keberhasilan komunikasi sudah terjalin pada sebuah kelas, hal tersebut belum tentu dapat dipraktekkan pada kelas yang berbeda. Guru membutuhkan kembali kemampuan membangun hubungan antara peserta didik dengan dirinya. Karena perbedaan perilaku dan karakter pada setiap peserta didik, guru dituntut lebih untuk memiliki kemampuan praktek psikologi dasar tentang perilaku manusia.

Maka dalam proses komunikasi, terdapat beberapa elemen penting yang sangat berperan dalam penyampaian pesan. Elemen-elemen tersebut adalah:
Source, yaitu sumber pesan. Sumber pesan dapat berupa manusia lain atau media massa, dan merupakan pihak yang memiliki dan menyampaikan isi pesan.
Message, yaitu pesan yang disampaikan dan dapat berupa ucapan verbal, elemen non-verbal, dan isyarat lainnya. Pesan ini dapat berisi informasi, ide, maupun nilai-nilai yang dimiliki source dan ingin disampaikan kepada pihak lain.
Receiver, yaitu penerima pesan. Receiver merupakan pihak yang menerima pesan yang disampaikan oleh source, namun penerimaan makna pesan dapat berbeda dengan apa yang diharapkan. Hal ini karena bergantung lagi kepada kondisi, pengalaman, dan persepsi yang dimiliki receiver.
Channel, yaitu alat, saluran atau media yang digunakan source dalam menyampaikan pesan kepada receiver.
Noise, yaitu gangguan yang menghambat proses komunikasi. Noise ini dapat berupa kondisi lingkungan sekitar atau kondisi internal dari penerima pesan.
Feedback, yaitu respon yang diberikan receiver kepada source atas pesan yang diterimanya. Namun tidak semua proses komunikasi dapat mendapatkan feedback, apalagi komunikasi satu arah. Feedback dapat ditemukan kemungkinan besar pada komunikasi yang bersifat dua arah.


6.      MANAJEMEN PENDIDIKAN

Komunikasi yang baik akan memudahkan seseorang dalam melangsungkan pendidikan. Pendidikan tidak hanya berbentuk sekolah formal, pendidikan dapat diperoleh melalui seminar, pengalaman baru, dan bentuk lainnya yang tidak didapatkan dibangku sekolah. Orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik didasari dengan adanya manajemen didalamnya. Manajemen merupakan suatu strategi yang digunakan oleh seseorang dalam melakukan proses pekerjaan.

Manajemen pendidikan adalah strategi yang dilakukan dalam bidang pendidikan untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen pendidikan ini ditujukan untuk memberi kemudahan seseorang dalam proses kegiatan seperti adanya sebuah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, sampai dengan mencapai tujuan. Manajemen dalam pendidikan ini juga mengandalkan komunikasi. Komunikasi yang efektif dapat berdampak pada perkembangan suatu pendidikan seseorang menjadi lebih baik.

Adapun fungsi dari komunikasi dalam manajemen pendidikan adalah sebagai berikut:

A.    Pengendali
Fungsi komunikasi dalam manajemen yang pertama adalah sebagai pengendali antara guru dengan murid maupun kepala sekolah dengan guru. Pengendalian dalam pendidikan dapat dilakukan melalui komunikasi yang intensif antara guru, murid, dan kepala sekolah.
Tujuan lainnya adalah agar seorang guru dapat mengontrol perilaku dan pola pikir murid-muridnya, sedangkan komunikasi yang dilakukan dari kepala sekolah kepada gurunya adalah sebagai pengontrol kegiatan guru.

B.     Koordinasi
Koordinasi yaitu mengatur sedemikian rupa suatu organisasi agar terorganisir atau kegiatan yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Komunikasi yang berperan sebagai manajemen dalam pendidikan ini berfungsi sebagai pengordinasi hubungan antara kepala sekolah dengan guru dan staf sekolah, guru dengan murid, maupun wali murid dengan guru atau kepala sekolah.

C.     Laporan
Komunikasi dalam manajemen pendidikan ini berfungsi sebagai laporan antara guru dengan kepala sekolah. Akan tetapi komunikasi dalam pendidikan ini juga sering digunakan oleh guru sebagai laporan mengenai kegiatan dan perkembangan anak di sekolah kepada wali murid. Laporan ini bertujuan untuk mengevaluasi seorang murid agar mampu meningkatkan prestasinya dalam pendidikan.

D.    Pengaturan Anggota
Pengaturan anggota dalam komunikasi pendidikan ini dilakukan oleh seorang kepala sekolah karena kepala sekolah memiliki wewenang penuh terhadap lingkungan sekolah. Pengaturan anggota sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja para tenaga pengajar dalam suatu sekolah.
Pendidikan yang disampaikan berupa pendidikan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku serta sistem mengajar juga diaplikasikan dengan baik kepada murid.

E.     Pencapaian Tujuan
Fungsi utama komunikasi dalam manajemen pendidikan adalah memudahkan seorang pemimpin berserta tenaga kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi yang baik dapat memaksimalkan sistem manajemen yang ada di lingkungan sekolah baik manajemen pada sistem kerja, waktu, dan lain sebagainya.

F.      Memotivasi
Komunikasi yang intensif antara guru dengan murid dapat menjalin kedekatan dan harmonisnya suatu hubungan. Selain itu, komunikasi yang baik dapat memotivasi seorang murid dalam kegiatan belajar mengajar. Memotivasi seorang murid merupakan tugas utama seorang guru. Memotivasi menjadi salah satu fungsi komunikasi dalam manajemen pendidikan.

G.    Penyeleksi Informasi
Fungsi yang terakhir adalah komunikasi dalam pendidikan mampu memberikan informasi kepada murid maupun tenaga pendidikan lainnya. Manajemen dalam dunia pendidikan berfungsi untuk menyeleksi informasi apa saja yang boleh dikonsumsi oleh murid dan informasi apa saja yang tidak boleh dikonsumsi. Kebutuhan informasi antara murid dengan tenaga kerja pendidikan tentu berbeda. Manajemen pendidikan ini memudahkan seseorang dalam menyeleksi informasi yang bermutu.

Prinsip Dasar Komunikasi Pembelajaran
Setelah memahami apa itu komunikasi dan pembelajaran dan fungsinya, maka ada baiknya kita mengetahui prinsip dasar dalam komunikasi pembelajaran.
Hal ini menunjukkan bahwa erat kaitannya antara komunikasi dengan pembelajaran, yang mana untuk menghasilkan proses pembelajaran yang efektif maka diperlukan proses komunikasi yang efektif juga. Baik pengajar maupun pembelajar perlu menyamakan pandangan untuk mendapatkan kesamaan makna dan isi dari proses pembelajaran itu. Selain itu, proses pembelajaran juga perlu memaksimalkan elemen dalam komunikasi serta menjalankan prinsip dasar komunikasi.
Berikut adalah beberapa prinsip dasar komunikasi yang dapat dilakukan guna menghasilkan komunikasi pembelajaran yang efektif:
  • Menyamakan Persepsi
Dalam proses komunikasi pembelajaran, melakukan persamaan persepsi sangatlah penting. Hal ini supaya pengajar dan pembelajar sama-sama memiliki kesamaan pandangan, terutama terkait hal yang akan dipelajari. Kalau persepsi mereka terlalu berbeda, akan sulit menyampaikan isi pembelajaran yang dapat dipahami dan diterima dengan baik. 

  • Melatih Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah salah satu komponen komunikasi yang banyak digunakan dan paling terlihat diantara komponen komunikasi lainnya. Orang-orang yang memiliki peran dalam proses pembelajaran, terutama para pengajar, perlu mengasah kemampuan komunikasi verbal mereka. Hal ini supaya apa yang mereka sampaikan dapat lebih dipahami oleh pembelajar, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman atau menyebabkan pemahaman yang tidak sesuai.
Selain komunikasi verbal, komunikasi non-verbal adalah komponen komunikasi yang teramat penting. Komunikasi non-verbal acapkali tidak terlihat dengan jelas, karena banyak berupa simbol dan isyarat tertentu. Karena itulah, semua pihak dalam proses komunikasi pembelajaran perlu mengasah lagi kemampuan komunikasi non-verbal mereka untuk mendukung kelancaran dan keefektifan pemahaman belajar.
  • Mendengarkan Dengan Baik
Mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi secara keseluruhan, juga dalam komunikasi pembelajaran tentunya. Terutama bagi pembelajar, perlu untuk mendengarkan dengan baik supaya dapat memahami materi atau hal yang diajarkan oleh pengajar. Namun tentunya pengajar juga perlu mendengarkan dengan baik mengenai pendapat pembelajar, supaya dapat memahami bagaimana cara pengajaran yang efektif dan efisien.
  • Memberikan Respon dengan Baik
Selain mendengarkan, pembelajar juga perlu memberikan respon yang baik terhadap apa yang diterimanya. Respon yang baik bukan sekedar bilang paham atas apa yang diajarkan, namun juga menyatakan secara langsung kalau belum paham. Dengan begitu, pengajar dapat mengoreksi lagi caranya mengajarkan dan berusaha untuk menyampaikan dengan lebih baik.


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru dan siswa, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran.
Fungsi komunikasi pendidikan pembelajaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu :
1.      Sosial
2.      Ekspresif
3.      Ritual
4.      Instrumental
Dan itu senada dengan pendapat dari tokoh dari B.Menurut Gordon I. Zimmerman et al, bahwa tujuan komunikasi dibagi menjadi dua kategori. Pertama, kita berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita – untuk memberi makan dan pakaian kepada diri-sendiri, memuaskan kepenasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup. Kedua, kita berkomunikasi untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain.
Namun setelah memahami fungsi komunikasi pembelajaran, tentu kita harus mengetahui prinsip dasar komunikasi seperti yang sudah di jelaskan di atas. Agar terjalin komunikasi yang baik dan bermanfaat.




DAFTAR PUSTAKA

Blog, Henique. Komunikasi Pendidikan. Diakses dari:
bloghenique.blogspot.com/2012/02/komunikasi-pendidikan.html
pada 15 November 2013. 10.30 WIB
Fungsi Komunikasi Pembelajaran http://leninuraziza.blogspot.com.
Jumat, 05 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN ( IAD )

TEORI EVOLUSI DAN REKAYASA PRODUKSI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT dan AL – QUR’AN Diajukan untuk memenuhi tugas perkuliahan mata ku...