PEMIKIRAN TENTANG KONSEP PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran, Semester Genap / 4, Tahun 2018/2019
Dosen Pengemban : Shalihat Nurfitriyah, S.Sos.I., M.Pd
Disusun oleh :
Asep Sukirman : 0101.1701.087
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
STAI DR KHEZ MUTTAQIEN
PURWAKARTA
2019
KATA PENGANTAR
Alhamdulillaahirabbil’alamiin. Segala puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena atas berkat Rahmat dan Hidayah-Nya lah yang senantiasa di limpahkan kepada saya dan kepada seluruh manusia, shalawat serta salam semoga tersampaikan beserta rindu yang sangat dalam kepada Nabi mulia Sayyidina Muhammad SAW.
Terselesaikannya dalam penyusunan makalah ini tidak lain atas kehendak Allah, dan dalam menyusun makalah mengenai “Pemikiran Tentang Konsep Perencanaan Pembelajaran” ini melalui referensi buku-buku yang ada di Perpustakaan STAI DR KHEZ Muttaqien yang selebihnya saya dapati di media online. Adapun maksud dan tujuan membuat makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas kelompok pada semester genap pada mata kuliah Perencanaan Pembelajaran. Kepada dosen Ibu Shalihat Nurfitriyah, S.Sos.I., M.Pd saya ucapkan terima kasih atas tugas yang diberikan sebagai sarana belajar untuk membuat karya ilmiah lebih baik lagi.
Saya menyadari bahwa didalam isi makalah ini sesungguhnya masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang seharusnya itu menjadi suatu hal yang sangat subtansi dalam makalah ini, oleh karena itu kami sebagai penyusun makalah ini sangat mengharapkan masukan-masukan agar sekiranya makalah ini dapat sempurna sesuai apa yang di harapkan dan juga dapat bermamfaat bagi saya khususnya dan baghi pembaca yang budiman umumnya.
Saya selaku penyusun mengucapkan banyak terima kasih ketika makalah ini begitu banyak memberikan dampak positif bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya, semoga Allah SWT senan tiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin.
Purwakarta, 1 Agustus 2019
Asep Sukirman
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Penulisan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran 2
2. Perencanaan Pembelajaran Menurut Tokoh 3
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 4
4. Tujuan, Fungsi dan Cakupan RPP 4
5. Prinsip-prinsip Perencanaan Pembelajaran 5
6. Karakteristik Perencanaan Pendidikan 6
BAB III PENUTUP 7
Kesimpulan 7
DAFTAR PUSTAKA 8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan pilar untuk membuat manusia menuju puncak kualitas hidupnya. Dalam pendidikan perlu adanya sebuah sistem, dan sistem itu pun pasti akan mengalami perubahan serta pengembangan.
Adanya perencanaan pembelajaran dalam tubuh pendidikan adalah sebuah sistem sebagai alat alam upaya mengembangkan sistem pendidikan itu sendiri. Dan guru tentunya harus mampu beradaptasi, berpartisipasi dalam proses pengembangan sistem ini, agar proses pengajaran, penyampaian materi, atau bahan ajar atau sumber pelajaran berlangsung sejalan untuk tujuan.
Berbagai banyaknya definisi tentang perencanaan pembelajaran mampu menemukan titik penting terhadap langkah-langkah pengajaran, penyusunan rencana agar senantiasa berada dalam jalur. Dan dengan perencanaan pembelajaran inilah pendidik akan mudah mengukur, menilai sejauh mana keberhasilan dari perencanaan pembelajaran ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Perencanaan Pembelajaran?
2. Bagaimana para tokoh mendefinisikan Perencanaan Pembelajaran?
3. Apa pengertian dan hakikat dari RPP?
4. Apa saja prinsip dari Perencanaan Pembelajaran?
5. Apa saja karakteristik dari Perencanaan Pembelajaran?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Perencanaan Pembelajaran
2. Mengetahui definisi Perencanaan Pembelajaran dari para tokoh
3. Untuk mengetahui pengertian dan hakikat dari RPP
4. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dari Perencanaan Pembelajaran
5. Untuk mengetahui karakteristik dari Perencanaan Pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
Perencanaan pembelajaran merupakan elemen penting dalam pengembangan kurikulum. Maka dari itu, salah satu tanggung jawab seorang pendidik adalah dengan membuat perencanaan pembelajaran. Agar proses pengajaran berjalan sejalan menuju ke arah tujuan pendidikan.
Pada dasarnya, perencanaan pembelajaran merupakan sebuah pedoman bagi pendidik untuk berinteraksi dengan murid. Dengan adanya perencanaan pembelajaran pula pendekatan guru dan murid bisa lebih terjalin baik, serta komunikasi dalam mengajarkan materi bisa tersusun rapi. Maka perencanaan pembelajaran haruslah di susun oleh pendidik itu sendiri sebelum gurumemulai atau melaksanakan proses pembelajaran.
Merencanakan pembelajaran merupakan aktivitas dalam menerapkan berbagai wawasan dan pengalaman yang telah di miliki oleh pendidik. Maka dari itu perlu adanya pemikiran yang kritis dan kreatif dari pendidik dalam bentuk perwujudan ide dan harapan yang tinggi terhadap keberhasilan anak didik.
Perencanaan pembelajaran juga merupakan paduan yang sangat akurat untuk menciptakan apa yang sebenarnya di harapkan terjadi di dalam pembelajaran.
1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Pengertian Perencanaan
Menurut Ulbert Silalahi, perencanaan merupakan kegiatan menetapkan tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi, finansial, metode dan waktu untukmemaksimalisasi efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan.
Adapun menurut William H. Newman dalam Abdul Majid, bahwa perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Dan juga perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses yang kompleks, dalam arti, banyak aspek yang harus dipertimbangkan agar efektif dalam mencapai tujuan sebagaimana yang di harapkan. Pembelajaran juga merupakan inti dari proses pendidikan. Di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen, yaitu; guru, siswa dan materi pelajaran atau sumber belajar.
Secara hakikatnya arti pembelajaran bisa di lihat dari dua segi, yaitu segi etimologis (bahasa) dan segi terminologis (istilah).
Secara etimologis, pembelajaran merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu Instruction yang bermakna upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang, melalui berbagai upaya, strategi, metode dan pendekatan ke arah tujuan yang di tetapkan.
Sedangkan secara terminologis, pembelajaran merupakan suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu, atau menghasilkan respon dalam kondisi tertentu.
Maka dapat di simpulkan bahwa pembelajaran merupakan sebuah sistem yang melibatkan berbagai komponen saling berinteraksi.
2. Perencanaan Pembelajaran Menurut Tokoh
Menurut Burden & Byrd (1994): Haynes (2010), perencanaan pembelajaran merupakan perwujudan atau hasil dari perbuatan keputusan tentang tujuan, organisasi, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran.
Dalam pengertian lain, perencanaan pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.
Adapun menurut Panasuk, Stone, &Todd (Jalongo, Rieg, &Helterbran, 2007), perencanaan pembelajaran di definisikan sebagai proses aktif pengambilan keputusan yang dilakukan sebelum pembelajaran.
Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan sadar, seperti saat penyusunan perencanaan pembelajaran. Pendidik dengan penuh kesadaran mengembangkan sistem kegiatan pembelajaran yang koheren, mempromosikan berkembangnya struktur kognitif anak dan seluruh aspek secara optimal. Maka ketika membuat perencanaan pembelajaran, pendidik perlu mempertimbangkan siapa saja yang akan belajar, bagaimana gaya belajarnya, kapan, dan dalam peristiwa apa pembelajaran akan terjadi, dimana peristiwa belajar akan berlangsung, berapa jumlah waktu pembelajaran yang dapat digunakan, sumber dan alat apa saja yang akan digunakan, serta bagaimana menilai keberhasilan anak didik, Cooper (2011).
Namun perlu di garis bawahi, bahwa dal membuat atau menyusun perencanaan pembelajaran yang baik akan memberikan keyakinan dan memungkinkan pendidik untuk tiba di kelas dalam keadaan siap.
Dari sekian banyak penjabaran tentang perencanaan pembelajaran, maka ada yang disebut dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pengertian RPP
RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang di tetapkan dalam standar isi dan di jabarkan dalam silabus. Dimana lingkup rencana pembelajaran mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri dari satu indikator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih.
Adapun hakikatnya RPP di sebutkan adalah rencana pembelajaran yang di kembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus.
4. Tujuan, Fungsi dan Cakupan RPP
Tujuan RPP
Tujuan dari RPP adalah untuk mempermudah, memperlancar dan meningkatkan hasil proses belajar mengajar. Dan jika RPP di susun secara profesional, sistematis dan berdaya guna, maka guru akan mampu melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka kerja yang logis dan terencana.
Fungsi RPP
Fungsi dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu RPP hendaknya bersifat fleksibel dan memberi kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikannya dengan respons siswa dalam proses pembelajaran sesungguhnya.
Cakupan dari RPP
Cakupan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah :
Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester
Materi pokok
Alokasi waktu
Tujuan pembelajaran, KD dan Indikator
Pencapaian kompetensi
Materi pembelajaran, metode pembelajaran
Media, alat dan sumber belajar
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Penilaian
5. Prinsip-prinsip Perencanaan Pembelajaran
Sementara dalam prakteknya, perencanaan pembelajaran harus memperhatikan prinsip-prinsip sehingga proses yang ditempuh dapat dapat dilaksanakan secara efektif, diantara prinsip-prinsip tersebut adalah:
1) Kompetensi yang dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran harus jelas, makin konkrit kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan- -kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut
2) Perencanaan pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi siswa
3) Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam perencanaan pembelajaran harus menunjang, dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
4) Perencanaaan pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.
6. Karakteristik Perencanaan Pendidikan
Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan pemahaman tentang pembelajaran. Pembelajaran mempunyai ciri unik dalam kaitanya dengan pembangunan nasional dan mempunyai ciri khas karena yang menjadi muara garapannya adalah manusia. Dan tujuan dari perencanaan pembelajaran yaitu menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan. Maka dengan mempertimbangkan ciri-ciri serta tujuan sebagai acuan pembelajaran dalam perannya sebagai proses pembangunan, maka perencanaan pembelajaran mempunyai ciri-ciri seperti antara lain :
1) Perencanaan pembelajaran harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi, karena pembelajaran itu membangun manusia yang harus mampu membangun dirinya dan masyarakatnya.
2) Perencanaan pembelajaran harus memberikan kesempatan untuk memngembangkan segala potensi pesrta didik se-optimal mungkin.
3) Perencanaan pembelajaran harus memberikan kesempatan yang sama bagi setiap peserta didik.
4) Perencanaan pembelajaran harus komprehensip dan sistematis dalam arti tidak praktikal atau segmentaris tapi menyeluruh dan terpadu serta di susun secara logis dan rasional serta mencakup berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan.
5) Perencanaan pembelajaran harus diorientasi pada pembangunan, dalam arti bahwa program pendidikan haruslah di tujukan untuk membantu mempersiapakan man power (SDM) yang di butuhkan oleh berbagai sektor pembangunan.
6) Perencanaan pembelajaran harus di kembangkan dengan memperhatikan keterkaitanya dengan berbagai komponen pendidikan secara sistematis.
7) Perencanaan pembelajaran harus menggunakan resources secermat mungkin karena resources yang tersedia adalah langka.
8) Perencanaan pembelajaran haruslah berorientasi kepada masa datang, karena pembelajaran adalah proses jangka panjang dan jauh menghadapi masa depan.
9) Perencanaan pembelajaran haruslah kenyal dan responsif terhadap kebutuhan yang berkembang di masyarakat, tidak setatis tapi dinamis.
10) Perencanan pembelajaran haruslah merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan hingga pembaharuan terus menerus berlangsung.
BAB III
PENUTUP
Perencanaan pembelajaran adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu proses belajar mengajar yaitu dengan mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, cara penyampaian kegiatan (metode, model dan teknik), serta bagaimana mengukurnya menjadi jelas dan sistematis, sehingga nantinya proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien. Dan juga perlu di garis bawahi, bahwa dal membuat atau menyusun perencanaan pembelajaran yang baik akan memberikan keyakinan dan memungkinkan pendidik untuk tiba di kelas dalam keadaan siap.
Menurut Burden & Byrd (1994): Haynes (2010), perencanaan pembelajaran merupakan perwujudan atau hasil dari perbuatan keputusan tentang tujuan, organisasi, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Adapun menurut Panasuk, Stone, &Todd (Jalongo, Rieg, &Helterbran, 2007), perencanaan pembelajaran di definisikan sebagai proses aktif pengambilan keputusan yang dilakukan sebelum pembelajaran.
Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan pemahaman tentang pembelajaran. Pembelajaran mempunyai ciri unik dalam kaitanya dengan pembangunan nasional dan mempunyai ciri khas karena yang menjadi muara garapannya adalah manusia. Dan tujuan dari perencanaan pembelajaran yaitu menguasai sepenuhnya bahan dan materi ajar, metode dan penggunaan alat dan perlengkapan pembelajaran, menyampaikan kurikulum atas dasar bahasan dan mengelola alokasi waktu yang tersedia dan membelajarkan siswa sesuai yang diprogramkan.
DAFTAR PUSTAKA
Kunandar. 2007. Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Persiapan Menghadapi Sertifikasi Guru. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Halimah, Leli. 2016. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini : Inspirasi Untuk Pelaksanaan Kurikulum 2013 PAUD. Bandung : PT Refika Aditama
Syah, Darwyan., Supardi., dkk. 2007.Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam.Jakarta : Gaung Persada Press
Gunawan, Heri. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Bandung : ALFABETA
Widyastono, Herry. 2014. Pengembangan Kurikulum Di Era Otonomi Daerah : Dari Kurikulum 2004, 2006, ke Kurikulum 2013. Jakarta : PT Bumi Aksara
http://masnoer80.blogspot.com/2013/01/perencanaan-pembelajaran.html?m=1
http://kurniawaalex.blogspot.com/2014/10/konsep-perencanaanpembelajaran.html post RABU, 29 OKTOBER 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar